Arsenal
Berita Bolaberita sportOlahragaSepak Bola

Persib Comeback 4-2 atas Bhayangkara, Dua Gol Dianulir Bikin Keruh

×

Persib Comeback 4-2 atas Bhayangkara, Dua Gol Dianulir Bikin Keruh

Sebarkan artikel ini
logo-persib-vs-bhayangkara

Persib Bandung sukses meraih kemenangan dramatis 4-2 atas Bhayangkara FC dalam laga Liga 1 Indonesia yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (27/4/2025). Namun kemenangan ini diwarnai kontroversi dua gol yang dianulir oleh wasit, yang menyebabkan situasi semakin keruh di penghujung musim reguler.

persib vs bhayangkara
persib vs bhayangkara

Jalannya Pertandingan

Bhayangkara FC tampil lebih dulu menggebrak dengan mencetak dua gol di babak pertama melalui Ezra Wadian dan Anderson. Keunggulan 2-0 untuk Bhayangkara membuat supporter Persib di tribun mulai gelisah.

Memasuki babak kedua, Pelatih Persib Bandung, Eduard Tjader, melakukan beberapa perubahan strategis dengan memasukkan beberapa pemain kunci. Perubahan ini berbuah manis ketika Feby Satria tampil gemilang dengan mencetak brace di menit ke-55 dan ke-68.

Persib kemudian menyamakan kedudukan melalui aksi kapten tim, Victor Fernando, yang memanfaatkan bola pantul dari tendangan bebas di luar kotak penalti. Skor berubah menjadi 3-2 untuk Persib setelah Gilang Rafika menambahkan satu gol di menit ke-78.

Kontroversi Dua Gol Dianulir

Dua insiden kontroversial terjadi dalam laga ini. Gol pertama yang dianulir terjadi di menit ke-63 ketika Ezra Wadian dinilai offside dalam posisi bertahan. Keputusan wasit Haupt saat itu cukup cepat mengibaskan flag offside, namun rekaman VAR menunjukkan bahwa kaki terakhir Ezra berada sejajar dengan garis pertahanan terakhir, yang seharusnya tidak memenuhi kriteria offside.

Gol kedua yang dianulir terjadi di menit ke-82 saat pemain bertahan Persib, Suez Salman, Header bola ke gawang sendiri setelah bola mengenai lengannya saat berada di dalam kotak penalti. Wasit Haupt awalnya memberikan hadiah penalti untuk Persib setelah konsultasi dengan VAR, namun kemudian membatalkannya dengan alasan that the ball had already crossed the line before the hand contact occurred. Keputusan ini menimbulkan protes keras dari pihak Bhayangkara FC.

Analisis Keputusan Wasit

Keputusan-keputusan wasit Haupt dalam pertandingan ini layak untuk dianalisis lebih dalam. Dalam insiden pertama, regulasi offside yang berlaku di Liga 1 Indonesia tahun 2024-2025 menyebutkan bahwa posisi offside ditentukan oleh bagian tubuh yang dapat mencetak gol, yaitu kaki dan kepala. Kaki terakhir Ezra berada sejajar dengan bek terakhir, yang berarti keputusan offside seharusnya tidak diberikan.

Dalam insiden kedua, aturan handball FIFA menyatakan bahwa handball tidak dapat diadili jika bola mengenai tubuh pemain yang tidak memperluas area tubuhnya secara tidak wajar. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Suez Salman memperluas tubuhnya atau tidak.

Banyak ahli wasit yang berpendapat bahwa keputusan wasit Haupt dalam kedua kasus tersebut sangat terburu-buru dan kurang mendukung penggunaan teknologi VAR secara optimal.

Dampak Klasemen Liga 1

Kemenangan ini sangat penting bagi Persib Bandung untuk menjaga peluang mereka di zona classification untuk AFC Champions League. Dengan tambahan tiga poin, Persib kini mengumpulkan total 52 poin dari 30 pertandingan dan naik ke posisi keempat klasemen Liga 1.

Di sisi lain, Bhayangkara FC mengalami kemunduran signifikan. Kekalahan ini menyebabkan mereka turun ke posisi kedelapan dengan 43 poin, semakin jauh dari zona rekomendasi untuk kompetisi AFC.

Pelatih Bhayangkara FC, Eduardo Almeida, menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan wasit dan mengklaim bahwa dua gol yang dianulir sangat mempengaruhi mental permainan timnya. Ia juga mempertanyakan penggunaan VAR dalam pertandingan tersebut.

Reaksi Netizen dan Supporter

Media sosialtwitter telah dibanjiri komentar mengenai kontroversi wasit dalam laga ini. Tags #PersibBhayangkara dan #WasitLiga1 menjadi trending topic di Indonesia. Banyak supporter Persib yang merasa VAR tidak berpihak pada tim mereka, sementara supporter Bhayangkara merasa keputusan wasit Haupt telah menghilangkan potensi kemenangan tim mereka.

Akademisi sepak bola Indonesia juga memberikan respons. Pengamat wasit, Dr. I Wayan Sudira, menyebutkan bahwa kemampuan wasit di Liga 1 Indonesia masih perlu peningkatan, terutama dalam membaca situasi offside dan handball yang kompleks.

Kesimpulan

Pertandingan Persib Bandung vs Bhayangkara FC menyisakan banyak polemik yang memerlukan evaluasi mendalam dariPT LIB dan Asosiasi Wasit Indonesia. Kasus offside dan handball yang menjadi kontroversi dalam laga ini menunjukkan bahwa sosialisasi regulasi dan pelatihan wasit perlu dilakukan secara lebih intensif.

Bagi Persib Bandung, kemenangan 4-2 ini menjadi modal penting untuk menghadapi sisa pertandingan Liga 1 dengan Mental yang lebih kuat, meskipun dinodai oleh kontroversi wasit yang menjadi pertanyaan besar bagikeadilanitas kompetisi Liga 1 Indonesia musim ini.