Tim Nasional U-17 Indonesia telah menyelesaikan proses finalisasi skuad untuk menghadapi Piala Asia AFC U-17 2027. Pelatih kepala timnas U-17, Bima Sakti, memanggil 26 pemain dalam daftar terakhir yang akan berlaga di tournament yang akan diselenggarakan di Uni Emirat Arab tersebut. Antara nama-nama yang dipanggil, terdapat beberapa wajah baru yang menjanjikan sekaligus pemain-pemain berpengalaman dari generasi sebelumnya.
Target utama Indonesia di tournament AFC Asian Cup kali ini bukan hal yang mudah: melangkah setidaknya hingga babak perempat final dan memastikan satu tiket untuk Piala Dunia U-17 2027 yang akan diselenggarakan di Qatar. Dengan grup yang cukup menantang, skuad Garuda Nusantara harus mempersiapkan diri secara optimal, terutama menjelang laga pembuka melawan Timnas U-17 China.
Jadwal Tournament AFC Asian Cup U-17 2027

Piala Asia AFC U-17 2027 dijadwalkan berlangsung di Uni Emirat Arab mulai 6 April hingga 3 Mei 2027. 24 tim nasional terbaik di Asia akan bertanding dalam tournament ini, dengan Indonesia masuk di Grup F bersama China, Thailand, dan Yaman pada fase grup. Laga pembuka Indonesia melawan China dijadwalkan pada 8 April 2027.
Berikut jadwal spesifik matchday pertama Grup F:
- 8 April 2027: Indonesia vs China — Pukul 20:00 Waktu UAE (23:00 WIB)
- 8 April 2027: Thailand vs Yaman — Pukul 14:00 Waktu UAE
Tiga Area yang Harus Dibangun Sebelum Laga vs China
1. Konsistensi Lini Pertahanan
Area pertama yang menjadi fokus utama adalah lini pertahanan Indonesia. Dalam beberapa pertandingan ujicoba terakhir, lini belakang Garuda Nusantara menunjukkan beberapa kelemahan dalam organisasi pertahanan. Beberapa gol yang bersarang di gawang sendiri bermula dari kesalahan komunikasi antar bek dan kurangnya agresivitas dalam situasi bola mati.
Bima Sakti sendiri mengakui bahwa aspek pertahanan masih perlu banyak dibenahi. “Kami sudah bekerja keras untuk memperbaiki organisasi pertahanan. Para pemain dituntut untuk lebih komunikatif dan agresif dalam setiap situasi,” jelas Bima dalam sesi konferensi pers. Konsistensi dalam bertahan menjadi kunci, mengingat China dikenal memiliki lini serang yang tajam dan efisien dalam memanfaatkan bola mati.
2. Kreativitas di Lini Tengah
Area kedua yang perlu mendapat perhatian khusus adalah kreativitas di lini tengah. Indonesia memiliki sejumlah gelandang bertalenta, namun masih perlu meningkatkan kemampuan dalam membangun permainan dari belakang. Pertandingan melawan China membutuhkan pemain yang mampu melakukan breakdown defense dan menciptakan peluang dari situasi terbuka.
Beberapa pemain muda seperti Muhamad Ferly Lus conji telah menunjukkan perkembangan menjanjikan dalam hal kreativitas. Namun, mereka masih membutuhkan pengalaman tournament sekala besar untuk bisa tampil konsisten di level AFC. Pelatih mengharapkan setidaknya satu hingga dua umpan kunci per pertandingan dari lini tengah untuk memberikan layanan yang memadai bagi para penyerang.
3. Ketenangan dalam Menghadapi Tekanan
Area ketiga adalah kesehatan mental dan ketenangan para pemain ketika menghadapi tekanan tinggi. Tournament AFC Asian Cup menawarkan intensitas dan tekanan yang jauh berbeda dibandingkan kompetisi domestik. Para pemain harus mampu menjaga emosi dan konsentrasi, terutama ketika menghadapi situasi sulit di lapangan.
Aspek psikologis menjadi sorotan utama dalam persiapan kali ini. Tim sports psychologist telah dilibatkan secara aktif dalam setiap sesi latihan untuk membantu pemain membangun mental yang tangguh. “Kami memastikan para pemain memiliki mental yang sekuat baja ketika melangkah ke tournament. Mereka harus bisa tetap tenang dan fokus dalam setiap momen krusial,” tambah Bima Sakti.
Pemain Kunci Menurut Posisi
Kiper
Di posisi penjaga gawang, Gagas Sudarsono dari Nusantara FC menjadi pilihan utama. Gagas telah menunjukkan konsistensi yang luar biasa di beberapa pertandingan ujicoba dengan reflex yang tajam dan kemampuan positioning yang baik. Kiper berusia 16 tahun ini memiliki tinggi badan 185 cm yang cukup untuk menutup celah di hadapan tendangan salto lawan.
Cadangan di posisi ini meliputi Rayhan Devara dari Bali United dan Faiznatiovany dari Persebaya yang sama-sama memiliki pengalaman di level youth tournament.
Bek
Lini pertahanan dihuni oleh beberapa nama berpengalaman. Muhammad Rafli dari Persija Jakarta menjadi motor utama di jantung pertahanan. Pemain yang dikenal dengan kemampuan antisuasinya ini telah mencatatkan 12 caps di level youth. Di posisi bek kiri, Firzana Imaduddin dari Borneo FC siap memberikan lapisan kecepatan dan crossing yang akurat.
Bek sayap lainnya termasuk Al Fatih Darma Saputra dari PSIS Semarang yang memiliki kemampuan ofensif yang baik, serta Rizki Ramadhan dari Bali United yang lebih konservatif dalam bertahan.
Gelandang
Di lini tengah, Muhammad Dwiki dari PSS Sleman menjadi motor penggerak permainan Indonesia. Pemain berusia 16 tahun ini dikenal dengan kemampuan dribel dan passing range yang panjang. Dwiki akan menjadi titik api dalam construction permainan dari belakang.
Di posisi gelandang bertahan, Ananda Fatah dari Persipura Jayapura siap memberikan lapisan destruktif dengan tackle keras dan positioning yang baik. Gelandang serang yang perlu dicermati adalah Rizky Setiawan dari Barito Putera yang memiliki kemampuan long shot yang mematikan.
Penyerang
Posisi striker utama diduduki oleh Muhammad Ilham dari Madura United. Pemain dengan postur tubuh ideal (180 cm) ini telah membuktikan diri dengan mencetak 8 gol dari 10 penampilan di berbagai ujicoba. Kecepatan dan kemampuan finishingnya menjadi senjata utama Indonesia di lini depan.
Peluang alternatif di sektor ini adalah Satria Bumulo dari Persebaya yang memiliki style bermain berbeda dengan kemampuan hold-up play yang baik, serta Gading Saputra dari PSM Makassar yang lincah dalam ruang sempit.
Perbandingan Skuad dengan Edisi Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan skuad yang mentas di AFC Asian Cup U-17 2025, terdapat beberapa perbedaan signifikan. Di edisi sebelumnya, Indonesia membawa skuad dengan rata-rata usia 16,2 tahun, sementara untuk tournament 2027, rata-rata usia skuad sedikit lebih matang di angka 16,7 tahun. Perbedaan ini memberikan dampak pada pengalaman dan kematangan mental para pemain.
Perubahan terbesar terletak pada strategi yang diterapkan. Jika di edisi sebelumnya Indonesia cenderung bermain dengan formasi 4-3-3 yang menyerang, untuk tournament 2027, Bima Sakti kemungkinan akan menerapkan formasi 4-2-3-1 yang lebih seimbang. Perubahan ini didasarkan pada kebutuhan untuk memiliki soliditas di lini tengah mengingat grup yang cukup kompetitif.
Dari aspek komposisi pemain, terdapat pergantian besar di beberapa posisi kunci. Di sektor kiper, Gagas Sudarsono menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh kiper senior. Di lini pertahanan, masuknya Rafli dan Imaduddin memberikan opsi yang lebih beragam dibandingkan edisi sebelumnya.
Yang paling mencolok adalah peningkatan kualitas di lini serang. Dengan masuknya Ilham dan Gading Saputra, Indonesia kini memiliki opsi serangan yang lebih variatif dan imprevisible. Keduanya memiliki karakteristik berbeda yang memungkinkan tim untuk beradaptasi dengan berbagai style permainan lawan.
Persiapan Menjelang Laga Pembuka
Timnas U-17 Indonesia masih memiliki waktu sekitar tiga bulan sebelum tournament dimulai. Dalam periode tersebut, tim akan mengikuti pemusatan latihan di Jakarta dan beberapa kota lainnya, serta menjalani dua hingga tiga pertandingan ujicoba internasional tambahan.
Bima Sakti menyatakan bahwa target utama adalah memastikan para pemain dalam kondisi puncak baik secara fisik maupun mental. “Kami tidak ingin terburu-buru. Yang penting adalah setiap pemain memahami sistem dan tanggung jawab mereka di lapangan,” jelas Bima. Dengan persiapan yang matang dan skuad yang kompetitif, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memberikan kejutan di tournament AFC Asian Cup 2027.
Laga melawan China pada 8 April nanti akan menjadi awal bagi perjalanan Garuda Nusantara di AFC Asian Cup. Pertandingan ini akan disiarkan secara langsung oleh broadcaster resmi AFC dan dapat ditonton melalui platform streaming yang telah ditunjuk.














