Portal Jatim

Seniman Ponorogo: Monumen Reog Bukan Berhala, Tapi Simbol Budaya

Andre Prisna P
618
×

Seniman Ponorogo: Monumen Reog Bukan Berhala, Tapi Simbol Budaya

Sebarkan artikel ini
Sejumlah seniman Ponorogo saat melakukan aksi damai di bawah monumen reog

PONOROGO –  Puluhan seniman reog Ponorogo mengadakan aksi damai mengecam pernyataan yang menyebut Monumen Reog sebagai berhala.

Aksi damai tersebut dilakukan di bawah awah Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, (26/5/2024).

Para seniman asal Sampung yang tergabung dalam paguyupan Regol Wengker memberikan orasi diiringi penampilan reog di sekitar monumen.

Pihaknya dengan tegas menolak label berhala yang dilekatkan pada Monumen Reog, menyatakan bahwa monumen tersebut adalah simbol budaya Ponorogo yang adiluhung.

“Iki to sing jare dianggep jare berhala, bali kampung kok arep mbubrahi Monumen Reog Ponorogo sing ono ing Sampung. Baiyuh… Kok ono lakon koyo ngene. Simbol budoyo Ponorogo sing adi luhung kok dianggep berhala,” orasi para seniman secara serentak.

Suyadi, salah satu seniman, secara tegas mengecam ucapan yang merendahkan monumen reog.

“Intinnya kami mengecam dan menolak ucapan terkait berhala yang ditujukan ke monumen reog,” tegasnya.

Ia menyatakan penolakan atas sebutan berhala yang diarahkan pada monumen tersebut.

Dirinya menyatakan jika monumen reog adalah simbol budaya Ponorogo bukan sesembahan.

“Monumen reog dibangun sebagai simbol budaya Ponorogo yang adiluhung, serta bakal mensejahterakan rakyat,” ujarnya.

Menurut Suyadi, pernyataan tersebut sangat menyakitkan bagi para seniman yang peduli dengan warisan budaya Ponorogo.

Ia berharap agar aksi penolakan semacam ini tidak hanya dilakukan oleh paguyupan Regol Wengker. Tetapi juga melibatkan seluruh seniman untuk menegaskan pentingnya melestarikan reog sebagai warisan nenek moyang.

“Para seniman harus bergerak menyuarakan dan mengecam ucapan itu. Karena Monumen Reog bukanlah berhala, melainkan simbol budaya Ponorogo yang harus dijaga dengan baik,” pungkasnya.

Diketahui kecaman terus di lakukan para seniman reog Ponorogo, Mulai dari paguyupan reog Margo Jati,  Harimau Tenggara dan hari ini Regol Wengker dari Kecamatan Sampung. (*)