Indonesia belum resmi ditetapkan sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Hingga kini, prosesnya masih berada dalam fase penjajakan oleh PSSI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag), bukan tahap penawaran final. Tidak ada keputusan pasti yang sudah dirilis oleh FIFA maupun AFF.
Status Resmi: Masih Fase Penjajakan
Menurut sumber internal PSSI yang meminta anonim, Indonesia baru memasuki tahap studi kelayakan sebagai kandidat tuan rumah. Kemenpora serta Kemendag juga dikabarkan telah diberitahu, namun belum ada Surat Wajib Hosting yang ditandatangani.
Hal ini berbeda dengan negara-negara yang sudah pasti menjadi tuan rumah AFF Cup melalui jalur kualifikasi otomatis. Indonesia sendiri berstatus lolos otomatis sebagai juara bertahan AFF Cup 2024. Namun hak tuan rumah untuk FIFA ASEAN Cup 2026 belum jatuh ke tangan Indonesia.
Dampak ke Jadwal Liga 1 Indonesia
Salah satu kekhawatiran utama adalah bentrokan jadwal dengan Liga 1 Indonesia 2025/2026. FIFA ASEAN Cup 2026 diagendakan berlangsung antara Juni hingga Juli 2026, yang bertabrakan dengan jadwal ganda Liga 1. Sebagai negara tuan rumah, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus memperbaiki ulang kalender kompetisi.
Skema laga ganda dalam jendela internasional yang biasa diterapkan PT Liga Indonesia Baru untuk panggilan Timnas akan semakin padat. Risiko keterlambatan pelepasan pemain dari klub ke Timnas Senior juga harus diantisipasi.
Implikasi ke Persiapan Timnas Senior Indonesia
Sebagai juara bertahan AFF Cup, Timnas Senior Indonesia berkewajiban tampil maksimal. Namun, bila Indonesia resmi menjadi tuan rumah, Timnas akan lolos otomatis tanpa harus bermain di babak kualifikasi. Ini berarti pelatih Patrick Kluivert memiliki masa persiapan penuh tanpa pertandingan pembuka yang kompetitif.
Keuntungan menjadi tuan rumah juga terletak pada keuntungan bertanding di rumah sendiri dan kehadiran penonton yang membludak. Namun, tekanan ekspektasi publik juga jauh lebih besar — kegagalan meraih kemenangan saat menjadi tuan rumah dianggap memalukan bagi PSSI.
Manfaat dan Risiko Indonesia Jadi Tuan Rumah
Manfaat:
- Naiknya peringkat FIFA Indonesia lewat pertandingan kompetitif di tanah sendiri
- Dampak ekonomi: wisata suporter, keramahtamahan, barang dagangan resmi, hak siar
- Warisan stadion dan infrastruktur untuk turnamen mendatang seperti Piala Dunia U-20
- Rasa persatuan nasional dan daya tawar di kawasan Asia Tenggara
Risiko:
- Bentrokan jadwal Liga 1 yang memaksa jeda kompetisi
- Biaya menjadi tuan rumah yang besar tanpa jaminan keuntungan
- Tekanan campur tangan politik terhadap otonomi PSSI
- Risiko penampilan di bawah standar Timnas saat menjadi tuan rumah
Kesimpulan: Sudah Pasti atau Masih Wacana?
Sampai Mei 2026, Indonesia masih dalam tahap penjajakan penawaran — bukan tuan rumah pasti. Keputusan akhir bergantung pada Dewan FIFA dan Komite Eksekutif AFF. PSSI harus menyelesaikan dokumen penawaran dan surat jaminan dari pemerintah sebelum Juni 2026 agar bisa dianggap sebagai kandidat tuan rumah yang layak.
Bagi Liga 1 dan Timnas Senior Indonesia, persiapan sudah harus dimulai secara tidak merata — mulai dari sekarang, bukan menunggu pengumuman resmi.














