BeritaBerita Bola Hari Iniberita sportOlahragaSepak Bola

Persebaya Target Juara Super League 2026/2027: Euforia Piala Presiden Baru Berguna Kalau Skuad Ini Tetap Lapar

×

Persebaya Target Juara Super League 2026/2027: Euforia Piala Presiden Baru Berguna Kalau Skuad Ini Tetap Lapar

Sebarkan artikel ini
persebaya target juara super league 2026 2027
Sumber foto: Persebaya.id

Persebaya target juara Super League 2026/2027 mulai terdengar makin masuk akal setelah dua hal bertemu dalam waktu berdekatan: trofi Piala Presiden 2026 dan komposisi skuad yang terus menebal. Dalam 24 jam terakhir, kompetitor menyorot skuad resmi Bajol Ijo dan nada optimistis soal musim baru. Saya setuju topiknya layak diangkat, tetapi saya tidak tertarik berhenti pada kalimat Persebaya siap bersaing. Yang lebih penting adalah pertanyaan apakah euforia juara pramusim dan ramainya rekrutan baru bisa benar-benar diubah menjadi kebiasaan menang yang panjang. Di situlah target juara diuji sungguhan.

Bernardo Tavares sendiri sudah memberi nada yang cukup sehat. Setelah menjuarai Piala Presiden, ia menekankan bahwa perjalanan Persebaya masih panjang dan fokus utamanya adalah kompetisi liga. Nada seperti ini saya suka karena tidak manis-manis amat. Trofi pramusim bisa mengangkat kepercayaan diri, tetapi juga bisa menipu kalau tim merasa semuanya sudah selesai. Persebaya justru perlu menggunakan kemenangan itu sebagai bahan bakar untuk bekerja lebih disiplin, bukan sebagai tempat berlama-lama menikmati sorotan.

skuad persebaya super league 2026 2027
Arsip Persebaya

Piala Presiden memberi Persebaya modal psikologis, bukan jaminan gelar liga

Juara pramusim selalu menyenangkan. Tidak ada alasan menyangkal itu. Persebaya mengalahkan Persib lewat adu penalti di final dan memperlihatkan daya saing yang tinggi. Namun liga adalah cerita yang sama sekali lain. Di turnamen singkat, sebuah tim bisa hidup dari momentum, energi tribun, dan ketajaman dalam beberapa momen penentu. Di liga, tim harus membuktikan hal yang lebih sulit: sanggup menjaga kualitas ketika jadwal menebal, ketika rotasi diperlukan, dan ketika lawan mulai membaca pola mainnya. Karena itu, saya melihat Piala Presiden sebagai modal psikologis yang bagus, tapi bukan jawaban akhir.

Justru sesudah juara, risiko terbesar sering datang dari rasa puas yang tidak terasa. Tim mulai merasa intensitas latihan bisa sedikit diturunkan, atau mengira chemistry akan terjaga dengan sendirinya. Padahal musim panjang menghukum tim yang lengah dalam detail kecil. Tavares tampak paham titik rawan itu. Itulah mengapa komentarnya setelah final terasa penting. Persebaya memang boleh senang, tetapi mereka belum punya alasan untuk santai.

Pembaca yang ingin mengaitkan momentum ini bisa melihat artikel kami tentang hasil uji coba terakhir dan benturan klasik dengan Persija di fase sebelumnya. Dari sana terlihat bahwa Persebaya musim ini mulai membangun kepercayaan diri lewat pertandingan, bukan lewat slogan.

Ramainya pemain baru berarti kedalaman skuad naik, tetapi juga memaksa ruang ganti tetap jujur

Francisco Rivera secara resmi menyambut komposisi skuad baru dengan nada antusias. Itu bisa dipahami karena Persebaya memang menambah cukup banyak wajah baru, dari pemain berpengalaman sampai talenta yang masih ingin membuktikan diri. Di atas kertas, kedalaman seperti ini sangat menggoda. Tim yang ingin juara memang butuh pilihan. Namun pilihan yang banyak juga membawa tuntutan baru. Pelatih harus jujur memilih siapa yang paling siap, bukan siapa yang paling ramai namanya. Pemain juga harus menerima bahwa menit bermain tidak akan dibagikan karena reputasi semata.

Saya melihat inilah salah satu pembeda utama Persebaya musim ini. Mereka tidak lagi tampak seperti tim yang hanya berharap sebelas starter selalu baik-baik saja. Ada cadangan, ada persaingan, ada kemungkinan mengubah bentuk permainan ketika laga buntu. Di sisi lain, persaingan internal harus dijaga agar tetap sehat. Bila setiap pemain merasa tempatnya masih harus diperjuangkan, ritme latihan akan naik. Kalau ruang ganti justru cepat merasa urutannya sudah aman, kedalaman skuad malah berubah jadi dekorasi yang mahal.

Target juara baru realistis kalau Persebaya bisa menahan dua godaan besar di awal musim

Godaan pertama adalah euforia. Godaan kedua adalah improvisasi berlebihan. Setelah juara pramusim, sebuah tim kadang ingin mengulang semua hal yang berhasil secepat mungkin, bahkan ketika konteks lawannya berbeda. Itu berbahaya. Persebaya perlu tetap fleksibel tanpa kehilangan fondasi. Mereka harus tahu kapan menekan tinggi, kapan cukup menunggu, dan kapan pertandingan perlu dimenangkan dengan cara yang lebih dingin. Tim juara jarang terlihat paling romantis setiap pekan. Mereka lebih sering terlihat paling waras mengambil keputusan.

Godaan berikutnya muncul ketika banyak pemain baru datang. Pelatih bisa tergoda terus mencoba banyak kombinasi sampai ritme tim tidak pernah betul-betul menetap. Di sinilah peran Tavares penting. Ia perlu menemukan kerangka dasar lebih dulu, lalu membiarkan rotasi bekerja di sekitar kerangka itu. Dengan begitu, Persebaya bisa tetap segar tanpa kehilangan identitas. Musim panjang di Indonesia menuntut keseimbangan seperti ini. Terlalu kaku akan cepat kehabisan tenaga. Terlalu cair akan cepat kehilangan bentuk.

Artikel kami tentang pemain baru seperti Gledson dan pergerakan rival di bursa juga membantu membaca mengapa target juara musim ini terasa lebih terbuka. Papan atas tidak akan sepi, jadi Persebaya harus kuat bukan cuma saat sedang bagus, tetapi juga saat mulai diuji.

Persebaya punya alasan untuk percaya diri, tetapi musim juara selalu dimulai dari rasa lapar yang dijaga

Saya pikir Persebaya memang punya alasan sah untuk percaya diri. Ada trofi pramusim, ada skuad yang lebih dalam, ada pemain senior yang sudah bicara positif, dan ada pelatih yang tampak ingin menjaga kaki tetap di tanah. Paket itu cukup menarik. Meski begitu, target juara tidak pernah dimenangkan oleh alasan di bulan Agustus saja. Target juara dimenangkan oleh kebiasaan di bulan-bulan yang tidak terlalu glamor: laga tandang yang berat, pekan ketika performa tidak sedang bagus, dan momen ketika tim perlu menang tanpa bermain indah.

Rujukan resmi yang kuat untuk membaca topik ini ada pada pernyataan Bernardo Tavares, respons Francisco Rivera terhadap komposisi baru, dan kanal resmi Persebaya. Kesimpulannya cukup lurus. Persebaya boleh bicara soal target juara karena fondasinya mulai terlihat. Tapi euforia Piala Presiden baru benar-benar berguna kalau skuad ini tetap lapar saat musim masuk ke minggu-minggu yang tidak lagi terasa manis.

Kiblat Bola