Perempat final Piala Dunia 2026 bukan hanya soal perebutan tiket semifinal. Babak 8 besar kali ini juga menghadirkan ancaman lain bagi sejumlah tim, yakni risiko kehilangan pemain penting karena akumulasi kartu kuning.
Delapan tim yang tersisa di perempat final Piala Dunia 2026 adalah Prancis, Maroko, Spanyol, Belgia, Norwegia, Inggris, Argentina, dan Swiss. Mereka akan bertarung dalam empat laga besar untuk memperebutkan tempat di semifinal. Al Jazeera mencatat empat duel perempat final itu mempertemukan Prancis vs Maroko, Spanyol vs Belgia, Norwegia vs Inggris, dan Argentina vs Swiss.
Namun, selain tekanan untuk menang, ada situasi disipliner yang harus diperhatikan setiap pelatih. Sebanyak 17 pemain dari delapan tim perempat final berada dalam ancaman suspensi. Mereka hanya berjarak satu kartu kuning lagi untuk absen di semifinal jika timnya lolos.
Baca juga : 8 Besar Piala Dunia 2026: Preview Lengkap dan Peluang Lolos Semifinal
Aturan Kartu Kuning di Piala Dunia 2026
Aturan kartu kuning di Piala Dunia 2026 membuat babak perempat final menjadi sangat krusial. Pemain yang sudah mengoleksi satu kartu kuning sejak babak gugur akan mendapat larangan bermain satu pertandingan jika kembali menerima kartu kuning pada perempat final.
Artinya, jika seorang pemain mendapat kartu kuning di babak 32 besar atau 16 besar, lalu kembali dikartu pada perempat final, ia akan absen di semifinal apabila negaranya lolos. Daily Star menulis bahwa kartu kuning tunggal akan diputihkan setelah perempat final selesai, sehingga pemain yang lolos tanpa tambahan kartu akan memulai semifinal dengan catatan disiplin bersih.
Situasi ini membuat para pemain harus ekstra hati-hati. Satu pelanggaran terlambat, protes berlebihan, atau tekel yang tidak perlu bisa membuat mereka kehilangan kesempatan tampil di semifinal.
Maroko dan Inggris Paling Terancam
Maroko dan Inggris menjadi dua tim dengan jumlah pemain terbanyak yang terancam suspensi di perempat final Piala Dunia 2026. Masing-masing memiliki empat pemain yang berada dalam posisi rawan.
Di kubu Maroko, Achraf Hakimi, Issa Diop, Redouane Halhal, dan Bilal El Khannouss harus berhati-hati saat menghadapi Prancis. Jika salah satu dari mereka menerima kartu kuning dan Maroko lolos, pemain tersebut akan absen pada semifinal.
Situasi ini cukup berat bagi Singa Atlas. Hakimi merupakan salah satu pemain paling penting dalam skema permainan Maroko. Ia tidak hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga menjadi motor serangan dari sisi kanan. Kehilangan Hakimi di semifinal akan menjadi pukulan besar.
Inggris juga menghadapi masalah serupa. Jude Bellingham, Declan Rice, Marc Guehi, dan Nico O’Reilly sama-sama berada di ambang suspensi. Selain itu, Jarell Quansah sudah lebih dulu dipastikan absen melawan Norwegia setelah mendapat kartu merah saat menghadapi Meksiko.
Bellingham dan Rice menjadi dua nama yang paling disorot. Keduanya adalah bagian penting dari keseimbangan lini tengah Inggris. Jika salah satu dari mereka terkena kartu kuning dan Inggris lolos, komposisi The Three Lions di semifinal bisa terganggu.
Baca juga : Prediksi Prancis vs Maroko: Les Bleus Diunggulkan, Mbappe Jadi Ancaman Utama
Prancis, Swiss, dan Tim Lain Juga Harus Waspada
Prancis juga tidak sepenuhnya aman. Les Bleus memiliki dua pemain yang terancam suspensi, yakni Manu Kone dan Michael Olise. Nama terakhir bahkan sedang menjadi perhatian karena Federasi Sepak Bola Prancis sempat mengajukan banding kepada FIFA untuk menghapus kartu kuning Olise dari laga sebelumnya. FOX Sports melaporkan bahwa Olise berada dalam posisi rawan karena satu kartu kuning lagi bisa membuatnya absen di semifinal.
Swiss memiliki tiga pemain yang masuk daftar rawan, yaitu Granit Xhaka, Denis Zakaria, dan Miro Muheim. Bagi Swiss, kehilangan Xhaka akan sangat merugikan karena ia menjadi pemimpin permainan sekaligus pengatur tempo di lini tengah.
Sementara itu, Spanyol memiliki Ferran Torres yang harus berhati-hati saat menghadapi Belgia. Belgia punya Brandon Mechele yang juga berada dalam ancaman. Norwegia hanya memiliki satu pemain yang terancam, yaitu Antonio Nusa, sedangkan Argentina memiliki Gonzalo Montiel.
Daftar Pemain Terancam Suspensi
Berikut daftar pemain yang berpotensi absen di semifinal jika mendapat kartu kuning pada perempat final Piala Dunia 2026:
Prancis: Manu Kone, Michael Olise
Maroko: Achraf Hakimi, Issa Diop, Redouane Halhal, Bilal El Khannouss
Spanyol: Ferran Torres
Belgia: Brandon Mechele
Norwegia: Antonio Nusa
Inggris: Jude Bellingham, Declan Rice, Marc Guehi, Nico O’Reilly
Argentina: Gonzalo Montiel
Swiss: Granit Xhaka, Denis Zakaria, Miro Muheim
Daftar ini membuat perempat final Piala Dunia 2026 semakin menarik. Bukan hanya strategi menyerang dan bertahan yang menentukan, tetapi juga bagaimana tim menjaga emosi pemainnya selama 90 menit.
Baca juga : Melihat Lebih Dekat Delapan Tim Perempat Finalis
Disiplin Jadi Kunci Menuju Semifinal
Ancaman suspensi kartu kuning bisa memengaruhi cara bermain setiap tim. Pemain bertahan mungkin harus lebih berhati-hati saat melakukan duel satu lawan satu. Gelandang pekerja keras juga harus menghindari pelanggaran taktis yang biasanya dilakukan untuk menghentikan serangan balik.
Bagi pelatih, ini menjadi dilema. Mereka membutuhkan pemain terbaik untuk memenangkan laga perempat final, tetapi juga harus memikirkan risiko kehilangan pemain tersebut di semifinal. Pergantian pemain, instruksi pressing, hingga cara menghadapi transisi lawan bisa berubah karena faktor kartu kuning.
Maroko dan Inggris menjadi dua tim yang paling banyak menanggung risiko. Prancis juga harus waspada karena Olise dan Kone merupakan bagian penting dari kedalaman skuad Les Bleus. Sementara Argentina, Spanyol, Belgia, Norwegia, dan Swiss tetap harus menjaga pemain yang sudah berada di ambang suspensi.
Perempat final Piala Dunia 2026 pun bukan sekadar adu kualitas. Babak ini juga akan menjadi ujian kedewasaan, konsentrasi, dan kontrol emosi para pemain. Satu kartu kuning bisa mengubah peta kekuatan menuju semifinal.














