Portal Jatim

Pengukuhan Dewan Kesenian Ponorogo, Bupati Kang Giri: Kolaborasi Budaya ‘Kuno, Kini dan Nanti’

Andre Prisna P
1049
×

Pengukuhan Dewan Kesenian Ponorogo, Bupati Kang Giri: Kolaborasi Budaya ‘Kuno, Kini dan Nanti’

Sebarkan artikel ini
Dewan Kesenian Ponorogo saat dikukuhkan Bupati Sugiri Sancoko

PONOROGO – Bupati Sugiri Sancoko mengukuhkan jajaran pimpinan dan pengurus Dewan Kesenian Ponorogo (DKP) tahun 2024-2029.

Secara simbolis, Ketua Dewan Kesenian Ponorogo, Wisnu Hadi Prasetyo dan jajaran pengurus dikukuhkan oleh Bupati Sugiri Sancoko. Bertempat di pendopo, Senin (27/5/2024) malam.

Pada kesempatan ini, juga ditampilkan kolaborasi gabungan seni tradisional dan modern (musik serta tari) yang dipadukan reog dengan judul ‘Kuno, Kini dan Nanti’. Menggambarkan sebuah era yang bersatu menghasilkan karya seni dan budaya.

“Hari ini kita meracik peradaban, melibatkan pinisepuh, tokoh-tokoh, akademisi, praktisi hingga generasi milenial bersatu bersama-sama berjuang di dalam DKP ini,” ujar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Diharapkan dengan adanya DKP ini menjadi pilar-pilar penyokong disetia lini kesenian dan budaya yang ada di ‘Kota Reog’.

“Hari ini hadir juga dari Lokomotif Organizer yang akan menggawangi event Grebeg Suro, untuk dapat mengulik agar agenda tahunan Ponorogo ini lebih ‘menyala’,” tambahnya.

DKP telah dilantik, tugas ini tidak mudah. Tentu hal ini menjadi tantangan bagi jajaran pengurus agar dapat mengimplentasikan harapan masyarakat dalam bahasa berkesenian.

“Selamat berkarya, kuno bukan berarti ketinggalan zaman, kini bukan berarti menggurui kedepan, tapi tiap era tersebut jadikan kolaborasi luar biasa berkesenian dan budaya,” bebernya.

Sementara itu, Ketua DKP, Wisnu Hadi Prasetyo mengatakan, jika karya kolaborasi kesenian yang bertajuk ‘Kuno, Kini dan Nanti’ ini dibuat dalam hitungan jam.

“Jadi ‘ngalahi-ngalahi’ kisah ‘Bandung Bondowoso’. Tidak sehari, cukup lima jam, sebuah penampilan kesenian dapat disuguhkan dengan menarik,” urainya.

Pihaknya ingin agar Dewan Kesenian ini juga mencakup tingkat tiap Kecamatan. Karena jika cukup hanya Kabupaten, belum bisa mewadahi semua (kesenian).

“Sehingga nantinya para pelaku kesenian yang belum ada dapat terwadahi di Dewan Kesenian ini, ungkapnya.

Tantangan kedepan juga butuh support oleh jajaran sesepuh dan dewan penasehat kesenian. Melalui DKP, tak hanya wadah formal bagi pelaku seni, namun juga menjadi pemersatu budaya.

“Kita akan bekerja maksimal menjadi penghubung serta sentral koordinasi antara Disbudparpora dan pelaku seni,” tandasnya. (Adv)