Portal DIY

Pemkab-Polresta Sleman Optimalisasi Lahan Tidur untuk Antisipasi Darurat Pangan

Portal Indonesia
137
×

Pemkab-Polresta Sleman Optimalisasi Lahan Tidur untuk Antisipasi Darurat Pangan

Sebarkan artikel ini

 

SLEMAN – Mengantisipasi terjadinya darurat pangan, Pemerintah Kabupaten Sleman, bersama Polresta Sleman melaksanakan gerakan tanam padi pada lahan tidur di lahan persawahan wiayah padukuhan Gamplong IV, Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman.

Lahan yang ditanami seluas 9,7 hektare dan ger5akan ini selain untuk optimalisasi pemanfaatan lahan tidur, juga untuk meningkatkan indeks pertanaman padi.

Menurut Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo kegiatan ini sebagai tindak lanjut Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 243/KPTS/OT.050/M/04/2024 tanggal 1 April 2024 tentang Satuan Tugas Antisipasi Darurat Pangan, dan Nota Kesepahaman Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 04/Mou/HK.220/M/04/2024 dan NK/20/IV/2024 tanggal 25 April 2024 tentang Sinergitas Tugas dan Fungsi Pada Pembangunan Pertanian.

Gerakan ini diawali tindakan identifikasi lahan persawahan tidur. Setelah dipetakan dan diidentifikasi, ada 311 hektare lahan sawah bero (lahan diterlantarkan dan tidak ditanami) akibat kekurangan air dampak El Nino. Lahan seluas itu berada di wilayah Kabupaten Sleman barat tepatanya di wilayah Kapanewon Moyudan dan Minggir.

“Dalam pendataan tersebut Kapolresta bersama jajarannya mendapat lahan tidur berupa sawah sawah di wilayah Moyudan,” kata Kustini saat memantau gerakan tyanam padi lahan tidur di wilayah padukuhan Gamplong, Selasa (11/6/2024).

Ia mengatakan optimalisasi lahan tersebut membutuhkan daya dukung air yang mencukupi. Untuk itu perlu dukungan air dari jaringan irigasi slokan Van Der Wijck yang p-engelolaanya ,menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak Yogyakarta.

“Untuk itu, Polresta Sleman kerja sama dengan BBWSSO meningkatkan debit air. Prosesnya yang menjalankan kapolda, dan kapolresta bertugas membantu ketahanan pangan, khususnya di Sleman,” tambah Kustini.

Optimalisasi lahan pertanian ini, lanjut Kustini implementasinya didukung modernisasi alat pertanian. Diantaranya dalam menanam padi menggunakan mesin alat cocok tanam, sehingga proses penanamanya menjadi lebih cepat. Yakni dalam waktu satu jam mesim tanam padi berkemampuan untuk menamam padi pada lahan seluas 1.000 meter/jam dengan jumlah tenaga sebanyak 2 orang.

“Saat ini, di Sleman minat generasi muda untuk kerja di sektor pertanian sangat rendah. Oleh karena itu, dalam upaya menjaga ketahanan pangan, Pemkab Sleman berkomitmen menjaga ketahanan pangan dengan melakukan optimalisasi modernisasi alat pertanian,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Sleman Kombes Yuswanto Ardi mengatakan bahwa dalam upaya mensukseskan program tanam padi pada lahan tidur ini, Polresta Sleman bersama Dinas Pekerjaan Umum juga telah melakukan revitalisasi gorong-gorong untuk meningkatkan debit air yang dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian ini.

Selain itu, Polresta Sleman juga turut menyiapkan lokasi pencanangan gerakan tanam serentak di Moyudan ini.

“Lahan tidur yang kami manfaatkan di Moyudan ini seluruhnya seluas 28 hektare. Namun untuk tahap awal, baru dikerjakan seluas 9,7 hektare. Sehingga gerakan ini akan dilanjutkan lagi,” katanya. (Brd)