BANDUNG — Stadion Indomilk Arena, Tangerang, menjadi saksi drama sesungguhnya pada laga pepetangan. Ketika jarum jam hampir menunjuk menit terakhir babak kedua, Dewa United meraih kemenangan pahit penuh tekanan atas Persijap Jepara. Bukan dari gol penentu, melainkan sebuah penalti menit 90+ yang gagal dieksekusi Persijap dan ditangkis kiper andalan Dewa United, Sonny Stevens, memastikan tiga poin tetap tinggal di Tangerang. Baca juga klasemen Liga 1. Baca juga jadwal Super League.

Latar Belakang Pertandingan yang Menegangkan
Pertemuan Dewa United melawan Persijap pada pekan ini bukan sekadar laga reguler. Dewa United tengah berjuang menaikkan posisi di klasemen sementara dan membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa merangkak ke zona aman. Sementara Persijap datang dengan catatan apik dan moral tinggi setelah performa konsisten di laga-laga terakhir. Laga digelar pukul 19.00 WIB di Stadion Indomilk Arena.
Kronologi Pertandingan: Dari Ketegangan hingga Drama Penalti
Babak pertama berjalan intens tanpa gol. Dewa United memiliki beberapa peluang melalui serangan sayap, namun pertahanan Persijap berhasil mengatasi setiap ancaman. Persijap juga sempat menggetarkan mistar gawang melalui tendangan bebas dari luar kotak penalti.
Gol pembuka tercipta pada menit ke-67 oleh Dewa United. Sebuah serangan cepat dari sayap kanan berhasil dimanfaatkan menjadi gol yang membawa tuan rumah unggul 1-0. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Persijap membalas pada menit ke-79 melalui situasi set piece, memaksa skor imbang 1-1.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, insiden kontroversial terjadi di kotak penalti Dewa United pada menit ke-90+3. Wasit menunjuk titik putih setelah menganggap ada pelanggaran. Penalti diberikan kepada Persijap sebagai kesempatan emas mencuri poin penuh, namun apa yang terjadi kemudian menjadi momen penentu laga.
Sonny Stevens, Pahlawan di Menit Kritis
Sonny Stevens, kiper utama Dewa United yang memiliki darah Indonesia-Belanda, menjadi sosok sentral di akhir pertandingan. Ketika penendang penalti Persijap melakukan aproksimasi, Stevens membaca arah tendangan dengan cermat dan berhasil menepis bola keluar dari gawang.
“Saya hanya melakukan pekerjaan saya dan berdoa sebelum laga. Penalti adalah momen 50-50, dan Alhamdulillah saya bisa membaca arahnya dengan benar,” ujar Stevens usai pertandingan.
Persijap: Rekor Apik Kandas di Tangerang
Persijap Jepara datang ke Tangerang dengan bekal rekor mengesankan. Dalam lima pertandingan terakhir sebelum bertemu Dewa United, tim asuhan pelatih Mario Lemos meraih tiga kemenangan dan dua hasil imbang tanpa sekali pun menelan kekalahan. Sayangnya, rekor tak terkalahkan itu harus berakhir di Stadion Indomilk Arena.
Secara statistik, Persijap memiliki penguasaan bola sedikit lebih unggul, 53% berbanding 47%. Mereka melepaskan 12 tembakan, lima di antaranya mengarah ke gawang. Namun, efektivitas menjadi masalah pada momen krusial ketika penalti gagal dikonversi menjadi gol.
Komentar Pelatih Mario Lemos
Pelatih Persijap, Mario Lemos, tampak terpukul dalam konferensi pers. “Kami memiliki rencana permainan yang jelas. Pemain sudah bekerja keras, tetapi ada kesalahan fatal yang membuat kami kehilangan konsentrasi di momen penting. Gol pertama kami terlalu mudah memberikan ruang di sisi pertahanan, dan pada penalti terakhir, tekanan mental memenangkan segalanya,” jelas Lemos.
Lemos menegaskan kekalahan ini harus segera dijadikan pelajaran. “Kami punya tim yang bagus. Tapi sepak bola itu kejam. Salah sedikit di menit akhir, semuanya bisa hilang,” tambahnya.
Dampak Laga bagi Klasemen dan Tren Kedua Tim
Kemenangan Dewa United membawa dampak positif signifikan bagi pergerakan klasemen. Tiga poin berharga membuat mereka memangkas jarak dengan tim-tim di atasnya dan menjauh dari zona degradasi. Sebaliknya, Persijap harus rela menelan kekalahan perdana setelah lima laga tak terkalahkan.
Sumber referensi: Liga Indonesia Baru, Bola.net














