Hasil Prancis vs Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 berakhir dengan kemenangan meyakinkan La Roja. Spanyol menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Selasa (14/7/2026) waktu setempat.
Mikel Oyarzabal membuka keunggulan melalui tendangan penalti pada babak pertama. Pedro Porro kemudian menggandakan skor pada menit ke-57 sekaligus memastikan Spanyol melangkah ke partai puncak.
Kekalahan ini tidak hanya mengakhiri perjuangan Prancis dalam perebutan gelar juara. Hasil tersebut juga memupus ambisi Les Bleus untuk tampil di final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah sebelumnya mencapai partai puncak pada edisi 2018 dan 2022.
Spanyol, di sisi lain, berhasil menembus final Piala Dunia pertamanya sejak menjadi juara pada 2010. La Roja kini tinggal berjarak satu kemenangan dari gelar dunia kedua mereka.
Baca juga : Head to Head Prancis vs Spanyol: Rekor Pertemuan, Statistik dan Duel Bersejarah
Hasil Prancis vs Spanyol Ditentukan Penalti Oyarzabal
Pertandingan langsung berjalan dengan intensitas tinggi. Prancis mencoba mengandalkan kecepatan Kylian Mbappe, Ousmane Dembele dan Michael Olise, sedangkan Spanyol tetap memainkan pola penguasaan bola yang menjadi identitas mereka.
La Roja tampil lebih tenang dalam mengalirkan bola. Rodri dan Fabian Ruiz mampu mengontrol lini tengah, sementara pergerakan Lamine Yamal terus menciptakan masalah bagi pertahanan Prancis.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-22. Lamine Yamal bergerak menyambut bola di dalam kotak penalti sebelum terkena gerakan lanjutan Lucas Digne. Wasit kemudian menunjuk titik putih dan memberikan penalti kepada Spanyol.
Oyarzabal yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangannya mengarah keras ke bagian atas gawang dan tidak mampu dijangkau Mike Maignan.
Gol tersebut membuat Prancis berada dalam situasi yang belum pernah mereka rasakan sepanjang turnamen. Les Bleus untuk pertama kalinya tertinggal dalam sebuah pertandingan di Piala Dunia 2026.
Oyarzabal juga mencatatkan gol kelimanya pada turnamen ini. Jumlah tersebut menyamai rekor gol terbanyak pemain Spanyol dalam satu edisi Piala Dunia yang sebelumnya dicatat Emilio Butragueño pada 1986 dan David Villa pada 2010.
Baca juga : The Old Era Has Ended: Ronaldo, Neymar dan Modric Tutup Panggung, Messi Jadi Harapan Terakhir
Pedro Porro Mengunci Kemenangan Spanyol
Memasuki babak kedua, Prancis berusaha bermain lebih agresif. Namun, tekanan yang dilakukan Les Bleus tidak berjalan secara terorganisasi. Spanyol mampu keluar dari tekanan dengan kombinasi umpan pendek dan pergerakan antarlini yang cepat.
Petaka kedua bagi Prancis datang pada menit ke-57. Pedro Porro melakukan kombinasi satu-dua dengan Dani Olmo di depan kotak penalti. Bek kanan tersebut kemudian masuk ke ruang kosong dan melepaskan penyelesaian terukur melewati Maignan.
Gol Porro mengubah hasil Prancis vs Spanyol menjadi 0-2. Prancis semakin kesulitan karena mereka harus mengejar dua gol menghadapi tim yang sangat nyaman mengendalikan tempo pertandingan.
Didier Deschamps mencoba memberikan perubahan dari bangku cadangan. Desire Doue masuk untuk menambah kreativitas, tetapi aliran serangan Prancis tetap mudah dibaca.
Mbappe beberapa kali mencoba bergerak dari sisi kiri, tetapi ruang yang tersedia sangat terbatas. Marc Cucurella dan pemain tengah Spanyol secara disiplin menutup jalur umpan menuju kapten Prancis tersebut.
Dominasi Spanyol Membuat Serangan Prancis Mati
Kemenangan ini tidak hanya ditentukan oleh dua gol. Spanyol memperlihatkan organisasi permainan yang jauh lebih matang sepanjang pertandingan.
Ketika menguasai bola, La Roja sabar memindahkan permainan dari satu sisi ke sisi lain. Saat kehilangan bola, mereka langsung melakukan tekanan untuk mencegah Prancis melancarkan serangan balik.
Pendekatan tersebut membuat lini depan Les Bleus kehilangan suplai. Prancis hanya menghasilkan dua tembakan tepat sasaran meskipun datang ke semifinal dengan salah satu lini serang paling produktif dalam turnamen.
Olise kesulitan memberikan pengaruh, sedangkan Dembele tidak mendapatkan ruang untuk melakukan penetrasi. Bradley Barcola dan Doue yang dimainkan secara bergantian juga gagal mengubah jalannya pertandingan.
Deschamps mengakui timnya kalah dalam aspek teknik, energi dan ketepatan memainkan bola. Mbappe pun menilai Prancis tidak mampu menerapkan rencana permainan pada level yang dibutuhkan dalam semifinal Piala Dunia.
Prancis Gagal Mencapai Final Ketiga Beruntun
Hasil Prancis vs Spanyol menjadi pukulan besar bagi generasi Les Bleus saat ini. Prancis sebelumnya selalu tampil di final dalam dua edisi terakhir.
Mereka menjadi juara pada Piala Dunia 2018 sebelum kalah dari Argentina melalui adu penalti pada final 2022. Kesempatan mencatatkan tiga final secara beruntun kini berakhir di tangan Spanyol.
Prancis sebenarnya menjalani turnamen yang cukup impresif sebelum semifinal. Namun, saat menghadapi tim dengan penguasaan bola dan organisasi tekanan sebaik Spanyol, kelemahan dalam koordinasi permainan mereka terlihat jelas.
Les Bleus masih harus menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga. Meski demikian, laga tersebut tentu hanya menjadi hiburan kecil bagi tim yang datang dengan target membawa pulang trofi.
Spanyol Menunggu Lawan di Final Piala Dunia 2026
Kemenangan 2-0 membawa Spanyol ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah. Tim asuhan Luis de la Fuente akan menghadapi pemenang pertandingan Inggris melawan Argentina.
Keberhasilan ini sekaligus membuka peluang Spanyol menyatukan gelar Piala Eropa dan Piala Dunia. Perpaduan pemain berpengalaman seperti Rodri dengan talenta muda seperti Lamine Yamal membuat La Roja terlihat sebagai tim yang sangat lengkap.
Jadwal, skor dan analisis pertandingan lainnya dapat dibaca melalui halaman prediksi bola malam ini.
Informasi resmi turnamen dapat dipantau melalui FIFA Match Centre, sedangkan cuplikan gol Pedro Porro tersedia melalui FOX Sports.
Pada akhirnya, hasil Prancis vs Spanyol memperlihatkan perbedaan besar dalam kontrol permainan. Prancis memiliki sederet penyerang berbahaya, tetapi Spanyol tampil lebih kolektif, disiplin dan efektif. Dua gol tanpa balas menjadi penegasan bahwa La Roja memang lebih pantas melangkah ke final Piala Dunia 2026.














