Pengganti Mohamed Salah kini jadi pertanyaan besar berikutnya di Liverpool. Setelah klub mengumumkan Salah akan pergi pada akhir musim 2025-26, fokus pembicaraan bergeser: siapa pemain yang paling masuk akal untuk menutup lubang besar di sisi kanan serangan? Pertanyaan ini berbeda dari bahasan sebelumnya soal alasan Mohamed Salah meninggalkan Liverpool. Kali ini, sorotannya murni ke tiga nama yang paling realistis dilihat dari profil, usia, output, dan sinyal rumor yang beredar.

Ukuran tugasnya memang tidak kecil. Liverpool FC menyebut Salah akan menutup bab sembilan tahun di Anfield, sementara profil resminya di Premier League masih menampilkan 325 penampilan, 193 gol, dan 93 assist. Artinya, Liverpool tidak sedang mencari winger biasa. Mereka sedang mencari pemain yang setidaknya bisa mewarisi sebagian ancaman, ritme, dan produksi dari sisi kanan.
Kenapa Tiga Nama Ini Paling Realistis sebagai Pengganti Mohamed Salah?
Label “realistis” di sini bukan berarti transfernya akan paling murah atau paling mudah. Realistis berarti tiga hal: ada sinyal pasar, profil permainan nyambung dengan kebutuhan Liverpool, dan usia mereka masih cocok untuk proyek Arne Slot. The Athletic sudah menempatkan Michael Olise dan Yan Diomande dalam daftar opsi yang patut dipertimbangkan setelah pengumuman perpisahan Salah. Sementara ESPN menyebut Francisco Conceicao muncul sebagai opsi pengganti Salah di Liverpool.
| Nama | Klub saat ini | Usia | Alasan masuk daftar |
|---|---|---|---|
| Michael Olise | Bayern Munich | 24 | Output kreatif sangat tinggi dan sudah terbukti di level elite. |
| Yan Diomande | RB Leipzig | 19 | Naik cepat, agresif, dan punya angka gol yang bikin Liverpool tergoda. |
| Francisco Conceicao | Juventus | 23 | Profil kaki kiri di sisi kanan paling dekat secara gaya dengan fungsi Salah. |
1. Michael Olise: Paket Paling Matang untuk Langsung Dipakai
Kalau Liverpool ingin pengganti Mohamed Salah yang tidak butuh masa belajar terlalu panjang, Michael Olise terlihat sebagai opsi paling siap. Profil resminya di Bundesliga menempatkannya sebagai pemain Bayern Munich berusia 24 tahun. Data musim 2025-26 di laman itu juga sangat kuat: 28 penampilan, 12 gol, dan 18 assist.
Angka assist itu penting. Liverpool memang butuh gol dari sisi kanan, tetapi mereka juga butuh pemain yang bisa mengatur ritme serangan terakhir, melepas umpan tajam, dan tetap berbahaya saat masuk ke half-space. Olise menawarkan kombinasi yang jarang: matang dalam keputusan akhir, licin saat duel satu lawan satu, dan cukup fleksibel untuk bermain sebagai kreator maupun eksekutor.
Kekurangannya jelas: Bayern bukan klub yang gampang melepas pemain dengan output seperti itu. Jadi dari sisi kesulitan negosiasi, Olise mungkin yang paling berat. Namun justru karena kualitasnya paling komplet, ia layak disebut kandidat paling realistis dari sudut “siap pakai”, bukan dari sudut “paling murah”.
| Faktor | Nilai Olise untuk Liverpool |
|---|---|
| Kematangan | Sudah bermain di lingkungan elite dan tidak akan kaget dengan tekanan besar. |
| Produksi | 12 gol dan 18 assist menunjukkan ia bukan winger dekoratif. |
| Kesesuaian taktik | Bisa jadi sumber kreativitas dari kanan tanpa mengorbankan ancaman finishing. |
| Risiko | Harga dan kesediaan Bayern melepasnya menjadi tantangan utama. |
2. Yan Diomande: Opsi Paling Meledak untuk Proyek Jangka Menengah
Nama kedua yang sulit diabaikan adalah Yan Diomande. Profil resminya di Bundesliga menampilkan penyerang RB Leipzig berusia 19 tahun dengan data musim 2025-26 yang mencolok: 29 penampilan, 12 gol, dan 6 assist. Untuk pemain semuda itu, output tersebut cukup untuk membuat banyak klub besar menoleh.
Diomande bukan versi jadi dari Salah. Justru itulah menariknya. Liverpool bisa melihatnya sebagai proyek yang belum selesai, tetapi sudah punya ledakan awal yang jelas: kecepatan, keberanian duel, dan naluri masuk ke area berbahaya. Dalam artikel profil penyerang yang dibutuhkan Liverpool, kami sempat menyinggung bahwa Arne Slot mungkin tak selalu mencari duplikat satu pemain, melainkan paket serangan baru. Diomande cocok untuk logika itu.
Masalahnya, pemain seperti ini biasanya datang dengan risiko adaptasi. Usia 19 berarti grafiknya bisa menanjak cepat, tetapi juga masih naik-turun. Kalau Liverpool memilih Diomande, mereka harus menerima bahwa suksesi Salah mungkin tidak selesai dalam satu musim. Namun untuk klub yang mau menanam investasi serangan jangka menengah, Diomande terasa sangat masuk akal.
3. Francisco Conceicao: Gaya Mainnya Paling Dekat dengan Slot Kanan Salah
Dari sisi kemiripan peran, Francisco Conceicao mungkin paling menarik. Profil resmi Juventus menulisnya sebagai forward berusia 23 tahun dengan 35 penampilan, 4 gol, dan 4 assist. Yang lebih penting lagi, deskripsi klub menyebutnya sebagai penyerang kaki kiri yang paling nyaman bermain dari sisi kanan dan suka melakukan cut inside sebelum menembak atau memberi assist.
Kalimat terakhir itu membuat namanya sulit dilewatkan dalam diskusi pengganti Mohamed Salah. Secara kaki dominan, zona operasi, dan gaya menutup ke dalam, Conceicao memang paling dekat dengan pola klasik Salah. Belum tentu output akhirnya akan setinggi Salah, tetapi secara bentuk permainan, Liverpool tidak perlu memulai dari nol.
Nilai tambah lainnya adalah fleksibilitas. Juventus menggambarkan Conceicao mampu bermain di kedua sisi, meski terbaik di kanan. Untuk Slot, itu bisa berarti satu hal penting: Liverpool tetap punya winger kanan kidal, tetapi dengan keleluasaan rotasi yang lebih besar. Kekurangannya, angka gol dan assist-nya musim ini belum semenggigit Olise atau Diomande. Jadi kalau Liverpool memilihnya, mereka memilih kecocokan gaya dulu, bukan ledakan angka dulu.
Urutan Paling Masuk Akal untuk Liverpool Saat Ini
| Peringkat | Nama | Kenapa posisinya di sini |
|---|---|---|
| 1 | Michael Olise | Paling komplet dan paling siap mengambil beban besar sejak hari pertama. |
| 2 | Yan Diomande | Paling meledak untuk proyek masa depan, dengan angka musim ini yang sudah serius. |
| 3 | Francisco Conceicao | Gaya mainnya paling mirip fungsi sisi kanan Salah, tetapi output belum setinggi dua nama lain. |
Urutan ini bisa berubah jika Liverpool memilih strategi yang berbeda. Kalau klub ingin hasil cepat, Olise paling unggul. Kalau mereka ingin membangun era baru yang lebih panjang, Diomande bisa melesat. Kalau mereka ingin bentuk serangan kanan tidak terlalu berubah secara mekanik, Conceicao punya nilai khusus.
Kesimpulan
Mencari pengganti Mohamed Salah bukan soal memilih nama paling ramai, melainkan memilih arah. Michael Olise menawarkan kualitas paling matang. Yan Diomande menawarkan potensi ledak terbesar. Francisco Conceicao menawarkan pola kaki kiri dari kanan yang paling dekat dengan fungsi lama Liverpool. Sampai ada langkah resmi, semuanya masih berada di wilayah opsi. Tetapi kalau ditanya tiga kandidat paling realistis saat ini, tiga nama itulah yang paling masuk akal untuk dipasang di meja Liverpool.
FAQ
Siapa kandidat paling siap menggantikan Mohamed Salah?
Michael Olise terlihat paling siap karena sudah bermain di level elite dan punya kombinasi gol serta assist yang sangat kuat musim ini.
Siapa kandidat paling muda dan paling prospektif?
Yan Diomande. Ia baru 19 tahun tetapi sudah membukukan 12 gol dan 6 assist di musim 2025-26 menurut profil Bundesliga.
Siapa yang gaya mainnya paling mirip Salah?
Francisco Conceicao paling dekat dari sisi peran: kaki kiri, bermain dari kanan, dan suka cut inside sebelum menembak atau memberi umpan akhir.














