Portal DIY

WKRI Magelang Napak Tilas dari Kerkof Muntilan hingga Pabrik Rokok Cerutu Tarumartani Yogyakarta

948
×

WKRI Magelang Napak Tilas dari Kerkof Muntilan hingga Pabrik Rokok Cerutu Tarumartani Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
WKRI Magelang Napak Tilas dari Kerkof Muntilan hingga Pabrik Rokok Cerutu Tarumartani Yogyakarta
WKRI Magelang saat kunjungan ke pabrik cerutu Tarumartani Yogyakarta (Portal Indonesia/Bambang S)

YOGYAKARTA – Sebanyak 35  peserta dari Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPC Kabupaten Magelang menjalani napak tilas Pendiri WKRI Maria Sulastri, Selasa (2/4/2024). Napak tilas dalam
rangkaian Peringatan 100 Tahun WKRI ini diawali dengan ziarah ke Makam Kerkof Muntilan hingga meninjau pabrik rokok cerutu Tarumartani Yogyakarta.

Ketua panitia napak tilas, Emelia Ratri menjelaskan kegiatan Peringatan 100 Tahun WKRI DPC Magelang kali ini mengusung tema ‘Lahir Kembali Semakin Berarti’

“Kegiatan ini diikuti perwakilan ranting WKRI se-Kabupaten Magelang. Di Magelang ada 12 ranting WKRI,” tutur Emelia didampingi Ketua WKRI DPC Magelang Agata Sri Sumarti.

Selain ke Kerkof Muntilan, ziarah dilanjutkan ke Makam Celeban Yogyakarta, tempat dimakamkannya penasihat WKRI pertama Romo Fransiskus Strater SJ dan Romo Harjosoewanda SJ.

Peserta napak tilas juga menyempatkan kunjungan ke PT. Tarumartani, dimana dulu Pendiri WKRI memperjuangkan upah buruh perempuan, khususnya di pabrik rokok cerutu tersebut.

Ketua bidang organisasi Alexandra Hersi Krisnawati mengutarakan, dulu jaman Belanda memperlakukan kaum buruh perempuan di Indonesia, secara tidak manusiawi. Dan kemudian pendiri WKRI Sulastri yang saat organisasi perempuan Katolik ini masih bernama Pusara Wanita Katolik, berhasil menaikkan derajat kesejahteraan upah kaum buruh perempuan, termasuk di pabrik rokok cerutu ini.  “Kami melakukan napak tilas ini untuk mengetahui latarbelakang WKRI itu seperti apa. Saat ini sudah 100 tahun, kalau kami tidak tahu sejarahnya, apa gunanya kami berorganiasi di WKRI,” ujar Hersi.

Pendamping WKRI Romo Agustinus Sudarisman Pr berharap, melalui napak tilas ini paling tidak anggota WKRI akan punya gambaran bahwa mewujudkan iman itu tidak secara otomatis, namun melalui perjuangan.

Imam Projo Keuskupan Agung Semarang ini juga berharap di usia seabad WKRI menjadikan organiasi perempuan Katolik itu kian berkiprah di tengah masyarakat. (bams)