Portal DIY

Wisata Yogyakarta Berbasis Budaya

110
×

Wisata Yogyakarta Berbasis Budaya

Sebarkan artikel ini
Wisata Yogyakarta Berbasis Budaya
Pj Walikota Yogyakarta Singgih Raharjo (kiri) saat tampil sebagai pembicara dalam acara Refleksi HPN 2024 di Gedung PWI DIY (Ist)

YOGYAKARTA – Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) D.I. Yogyakarta Brigjen TNI Rachmad Pudji Susetyo mengatakan,  memajukan sektor pariwisata bukan saja kewajiban pemda atau para pelaku wisata saja, melainkan harus didukung semua elemen masyarakat yang mempunyai satu visi yaitu memajukan pariwisata DIY.

“Peran PWI sebagai organisasi profesi wartawan sangat besar untuk memberitakan hal-hal positif tentang pariwisata Yogya,” katanya dalam Refleksi Hari Pers Nasional (HPN) 2024 di Gedung PWI DIY, Sabtu (16/3/2024).

Acara bertema ‘Pariwisata Jogja Menyongsong Indonesia Emas 2045’ juga menghadirkan pembicara Pejabat Walikota Yogyakarta Singgih Raharjo dan Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko.

Singgih Raharjo menuturkan, pembangunan  pariwisata Yogyakarta mengacu pada rencana induk pengembangan pariwisata.

Menurutnya, kekuatan wisata Yogyakarta adalah wisata berbasis budaya. “Visi kami pariwisata Yogyakarta menjadi destinasi wisata terkemuka di Asia Tenggara,” kata Singgih.

Ia menuturkan, pendekatan yang dipakai dalam pembangunan sektor pariwisata di Yogyakarta, sudah berubah. Dari yang awalnya berorientasi pada jumlah kunjungan (quantity tourism), menjadi pariwisata yang berorientasi pada mutu (quality tourism). Kemudian pariwisata untuk semua kalangan (inklusif tourism) dan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).

Menurutnya Kota Yogyakarta punya banyak keunggulan di sektor pariwisata, salah satunya 95 persen sumbu filosofis (Warisan Budaya Dunia) berada di wilayah Kota Yogya. Selain itu punya Taman Siswa yang didirikan Ki Hadjar Dewantara. “Ini menjadi potensi wisata edukasi yang sangat luar biasa,” sebutnya.

Sedangkan Danang Rudiyatmoko mengatakan, kemajuan teknologi informasi yang sangat cepat mempengaruhi sektor pariwisata. Keberadaan platform media sosial seperti Instagram, memungkinkan destinasi wisata baru yang terpencil bisa dikenal luas ketika viral dan dikunjungi banyak wisatawan.

“Tantangan bagi kita semua termasuk pers bagaimana mempromosikan pariwisata Yogyakarta dan supaya wisatawan lebih lama stay di Yogyakarta, sehingga mendongkrak perekonomian,” katanya. (bams)