Plong, Waria Beragama Kristen di Yogyakarta Kini Bisa Beribadah Bersama

Plong, Waria Beragama Kristen di Yogyakarta Kini Bisa Beribadah Bersama
Sejumlah waria mengikuti kebaktian bersama (Brd/Portal Indonesia)

YOGYAKARTA – Para waria beragama Kristen di Yogyakarta kini mengaku merasa lega. Pasalnya, selama ini mereka merasa sulit menunaikan ibadah karena merasa termarjinalkan, kini hambatan tersebut sudah tak ada lagi.

Sebab, kini mereka mendapat wadah baru sebagai tempat untuk menunaikan ibadah sekaligus memperdalam agama yaitu Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jalan Terang Kasih Tuhan (JTKT).

Peresmian GBI Jalan Terang Kasih Tuhan sebagai wadah bagi waria Yogyakarta beragama Kristen dilakukan bersamaan dengan Ibadah Jumat Agung Hari Wafat Yesus Kristus di Hotel Jalan Gowongan Kidul, Kota Yogyakarta, Jumat petang (15/4/2022). Peresmian dilakukan oleh Pendeta Simon Supriyana bersama para pembimbing waria yaitu Ratna Setianingsih, Isumaji dan Lany.

Pada acara tersebut, juga dihadiri oleh Pemimpin Komunitas Waria Yogyakarta yaitu Shinta Ratri, serta pemimpin Pondok pesantren Waria Al-Fatah Kotagede, Shinta.
“Kami senang teman-teman waria yang beragama Kristen dn Katolik sekarang bisa beribadah. Mereka diwadahi dan difasilitasi dalam GBI Jalan Terang Kasih Tuhan,” kata Shinta.

Menurut Shinta, di Yogyakarta jumlah waria ada sekitar 300 orang. Dari jumlah tersebut, waria beragama islam sekitar 62 orang. Sedang yang beragama Kristen dan Katolik yang bergabung dengan GBI Jalan Terang Kasih Tuhan ada 20 orang,” terangnya

Shinta mengakui, tidak semua waria tertarik pada kegiatan keagamaan. Sedang penyebabnya macam-macam, yang salah satu diantaranya karena secara umum masyarakat belum dapat menerima keberadaan waria.

“Oleh karena itu kami sangat berterima kasih kepada Bu Ratna, Pak Isumaji dan Bu Lany yang telah memberikan ruang kepada teman-teman waria yang ingin meningkatkan spritualitasnya,” tegas Shinta.

Sedang menurut Issumadji, di GBI Jalan Terang Kasih Tuhan, para waria beragama Kristen dan Katolik tidak hanya diberi kesempatan untuk beribadah saja. Tetapi, juga akan dibimbing tentang pendalaman Al-kitab.

“Sesuai rencana, kegiatan ibadah di GBI Jalan Terang Kasih Tuhan akan digelar setiap hari Jumat. Tidak hanya waria saja, umum pun boleh ikut kegiatan ibadah di gereja tersebut,” jelas Issumadji.

Sementara seorang waria Bernama Heri Kunti mengaku senang dengan adanya GBI Jalan Terang Kasih Tuhan. Sebab, dengan adanya GBI Jalan Terang Kasih Tuhan tersebut, dirinya bersama dengan para waria beragama Kristen dan Katolik bisa menjadi lebih rajin beribadah. (Brd)

error: