Portal Jateng

Warga Purworejo Antri Berjam-jam Menunggu Bantuan Stunting

13
×

Warga Purworejo Antri Berjam-jam Menunggu Bantuan Stunting

Sebarkan artikel ini
Warga Purworejo Antri Berjam-jam Menunggu Bantuan Stunting
Warga penerima bantuan rela mengantri berjam-jam di Kantor Pos Bener (Fauzi/Portal Indonesia)

PURWOREJO – Masyarakat Kabupaten Purworejo Jawa Tengah keluhkan akan adanya bantuan penanggulangan Stunting pasalnya, dalam pembagian rela nunggu sampai Berjam jam.

Bantuan Stunting di peruntukan kepada masyarakat yang kondisi gagal pertumbuhan pada anak, baik pertumbuhan tubuh maupun pertumbuhan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Penanganan stunting juga menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan nasional dan menjadi target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) pada era pembagunan. Kamis ( 11/5/2023)

Saat di temui di Kantor Pos Kecamatan Bener salah satu warga Desa Kaliwader menyampaikan,saya nunggu bantuan ini dari jam 1.30 siang sampai jam 20.33 belum di panggil panggil.

Warga Purworejo Antri Berjam-jam Menunggu Bantuan Stunting

” Dari tadi siang saya belum makan mas,rela antri nunggu bantuan ini,dapat bantuan dari pemerintah, wujud telor 10 biji dan daging ayam” ucapnya.

Lanjutnya,kalau saya liat barang bantuan itu sampai di sini sekitar 16.30 sore,baru mulai di bagikan.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Kaliwader Abtadius soliklhin saat di hubungin via telpon nomer Whaas AP nya tidak aktif.

Terpisah,Kepala Desa Kalitapas, Sutikno,membenarkan dengan adanya bantuan tersebut.

” Masyarakat saya juga ada yang mendapatkan bantuan Penanggulangan Stunting tersebut” terangnya.

Terkait undangan ke warga Kami,dari pihak Desa yang membuat, undangan saya buat pengambilan barang mulai jam 2, undangan sudah saya sebar teryata dari kantor pos berubah tetapi tidak ada pemberitahuan ke pihak Desa.

Sementara itu petugas Kantor pos Kabupaten Purworejo Jawa Tengah yang bertanggung jawab pendistribusian ke masyarakat saat di hubungin belum ada jawaban hingga berita ini di tayangkan. (Fauzi)