Warga Guntur Purworejo Pasang Spanduk Trauma Imbas ‘Blasting’

Warga Guntur Purworejo Pasang Spanduk Trauma Imbas 'Blasting'
Spanduk traumatis yang dipasang warga Desa Guntur, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo di depan proyek pembangunan Bendung Bener. (Foto : M. Fauzi / Portal Indonesia)

PURWOREJO|portal-indonesia.com – Proyek pembangunan Bendung Bener yang berada di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ternyata masih saja meninggalkan berbagai permasalahan di masyarakat sekitar.

Saat Portal Indonesia bertemu salah satu warga Desa Guntur Dusun Kalipancer, Desa Guntur, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo Misrun, menyampaikan, bahwa belum lama ini imbas blasting (ledakan, red) sampai ke pemungkiman rumah. Bahkan sampai ada atap rumah yang berlubang dan atap aula balai pertemuan berlubang terkena pecahan batu yang di duga dari batu akibat blasting.

“Maka dari itu mas, kami pasang sepanduk sepanduk itu wujud dari peyampaian atau aspirasi kam,” katanya, Selasa (26/1/2021).

Lanjut Misrun, bahwa ia dan masyarakat sangat setuju dengan adaya proyek tersebut, tetapi warga minta ada semacam perjanjian yang sah secara hukum kepada masyarakat terkait imbas blasting kedepannya.

“Dulu pernah masyarakat sini kena imbas blasting sampai puluhan rumah retak retak, dan belum lama ini batu ada yang sampai ke pemungkiman warga,” ujarnya.

Ia melanjutkan, bahwa permintaan dari masyarakat yang sampai sekarang belum terpenuhi di antaranya air bersih dan keselamatan jiwa dari imbas blasting.

“Harapan kami kalau memang pihak PT Waskita belum memenuhi permintaan masyarakat, proyek jangan dulu di lanjut,” harapnya.

Sementara itu dari pihak PT. Waskita, Nyoman Cumawis menyampaikan, terkait blasting memang kemarin sampai ke rumah warga dan sudah diperbaiki oleh pihaknya.

Warga Guntur Purworejo Pasang Spanduk Trauma Imbas 'Blasting'
Humas PT. Waskita, Nyoman Cumawis. (Foto : Fauzi / Portal Indonesia)

Ia pun tak menyangkal, jika dulu waktu imbas blasting sampai mengenai rumah dan menyebabkan retak retak di bangunan rumah warga. Karena saat itu kedalaman blasting 6 meter, tetapi kalau kemarin hanya 3 meter paling besar getaran 1 sampai 2 sklameter getaran.

“Untuk sementara berhenti dulu nunggu kesepakatan warga, ” ucap Nyoman.

Lebih jauh di sampaikan Nyoman, terkait jaminan keselamatan yang di minta warga, pihaknya keberatan. “Namun untuk air bersih akan kami masih upayakan, “pungkasnya. ( Fauzi)

Tinggalkan Balasan

error: