Portal DIY

Wahana Keluarga Cerebral Palsy Kampanyekan Kepedulian Hak-hak Penyandang Disabilitas di Jalan Malioboro

14
×

Wahana Keluarga Cerebral Palsy Kampanyekan Kepedulian Hak-hak Penyandang Disabilitas di Jalan Malioboro

Sebarkan artikel ini
Wahana Keluarga Cerebral Palsy Kampanyekan Kepedulian Hak-hak Penyandang Disabilitas di Jalan Malioboro
Para penyandang disabilitas cerebral palsy saat di halaman DPRD DIY (Bambang S/Portal Indonesia)

YOGYAKARTA – Komunitas orangtua, keluarga, serta seluruh pihak yang peduli pada penyandang Cerebral Palsy (CP) mengkampanyekan kepedulian terhadap hak-hak penyandang disabilitas, khususnya disabilitas CP di Jalan Malioboro Yogyakarta, Minggu (7/5/2023).

Mereka yang tergabung dalam Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP) itu di Malioboro mengkampanyekan anti stigma, mengenalkan kemandirian dan prestasi penyandang CP melalui penjualan buku. Acara dilanjutkan dengan audiensi ke DPRD DIY.

Ketua panitia kampanye CP, Ahmad Zafir menyampaikan selama ini inklusivitas terhadap penyandang disabilitas masih belum terwujud di lapangan. “Perda disabilitas sudah bagus tapi implementasinya di lapangan masih kurang,” kata Zafir kepada pers di halaman DPRD DIY.

Menurutnya masih banyak pihak yang sekadar menunjukkan kewajiban semata, namun tidak terealisasi dengan baik di perjalanannya. Ditunjuk contoh, sekolah disabilitas hanya sekadar memenuhi kewajiban saja menerima siswa disabilitas.

Demikian pula, lanjut Zafir, perusahaan yang memilih membayar denda ketimbang mempekerjakan orang dengan disabilitas. “Ini yang masih terjadi saat ini di masyarakat,” paparnya.

Menurutnya para penyandang disabilitas CP terus bergerak menunjukkan capaian positif dalam hidup mereka.

Padahal melalui WKCP Youth, para pemuda penyandang Cerebral Palsy bisa berkarya, lulus pendidikan S1, S2, bahkan sampai menjadi dosen dan pengajar. “Ini yang kami ingin sampaikan bahwa teman-teman CP bisa mandiri, berprestasi dan menginspirasi,” tuturnya.

Ia berharap stigma miring masyarakat pudar, dan melihat dari sudut pandang yang positif para penderita disabilitas CP. “Ini mengapa kemudian kami juga ke DPRD DIY, karena berharap agar perda disabilitas bisa dijalankan dengan baik,” harapnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengungkap masih ada pekerjaan rumah bersama untuk menghilangkan stigma negatif pada para penyandang disabilitas.

Menurutnya apa yang dialami disabilitas, adalah sebuah takdir dan nyatanya terus berusaha disikapi dengan lebih baik oleh mereka melalui berbagai prestasi.

Kisah hidup mereka seperti tertuang dalam buku berjudul ‘Ruang Untukku’ ditunjukkan oleh Huda, bagaimana pengalaman para disabilitas sangat luar biasa.

“Pekerjaan rumah kita bersama untuk menerima mereka dan menghilangkan stigma negatif yang selama ini ada,” ujarnya. (bams)