Portal DIY

Wabup Sleman Dukung Pelestarian Budaya untuk Keistimewaan Yogyakarta

11
×

Wabup Sleman Dukung Pelestarian Budaya untuk Keistimewaan Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Wabup Sleman Dukung Pelestarian Budaya untuk Keistimewaan Yogyakarta
Pelepasan kirab budaya kalurahan Sambirejo (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN  – Upacara adat merti desa yang biasa dilakukan oleh warga Kabupaten Sleman merupakan salah satu wujud upaya warga Sleman dalam melestarikan budaya, serta sebagai sarana untuk menjaga kerukunan, kekompakan, dan kegotong royongan masyarakat. Oleh karena itu upacara adat bersih desa harus dilestarikan.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Bupati Sleman ketika menghadiri acara upacara adat bersih desa yang diselenggarakan oleh pemerintah Kalurahan Sambirejo Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (28/5/2023)

Upacara adat bersih desa yang dilaksanakan pemerintah Kalurahan Sambirejo kali ini, juga merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari jadi ke 96 Kalurahan Sambirejo dengan rangkaian acara bertajuk Gumregah Culture Festival. Dalam kegiatan ini, selain diadakan kirab budaya juga digelar pementasan aneka kesenian tradisional.

Dalam sambutanya, Danang Maharsa juga menyampaikan apresiasinya atas penyenggaraan kegiatan tersebut yang dikemas dalam berbagai kegiatan budaya dan seni tradisi.

Menurut Danang, “Merti desa dan kirab budaya ini sebagai wujud upaya untuk merawat seni tradisi dan budaya serta bagian dari bentuk dukungan dan mewujudkan keistimewaan Yogyakarta,” ucap Danang.

Danang juga mengajak warga Sleman, khususnya warga kapanewon Prambanan untuk terus mengenalkan seni tradisi dan kebudayaan kepada para anak muda agar nantinya dapat mewarisi kebudayaan serta meneruskan kepada generasi yang selanjutnya.

Wabup Sleman Dukung Pelestarian Budaya untuk Keistimewaan Yogyakarta
Wabup Sleman Danang Maharsa kukuhkan pengurus desa rintisan budaya kalurahan Sambirejo (Brd)

Sementara itu Kepala Biro Tata Pemerintahan Pemerindah daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KPH Yudhonegoro menyatakan bahwa dengan terselenggaranya kegiatan tersebut menjadi bukti letupan semangat masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan kebudayaan yang sebelumnya sempat vakum karena adanya pandemi.

“Bersyukur kita telah melewati pandemi, dan mari kita gumregah-kan lagi geliat ekspresi budaya masyarakat, budaya Yogyakarta yang syarat makna filosofi yang kuat untuk memperkuat jati diri bangsa,” kata KPH Yudhonegoro.

KPH Yudhonegoro juga mengajak masyarakat bisa mengkolaborasikan kebudayaan dengan sektor-sektor lain seperti pariwisata agar nantinya masyarakat juga mendapatkan nilai lebih dari adanya aktivitas kebudayaan .

“Saya kira banyak sekali spot budaya dan wisata di Kapanewon Prambanan, ini tentu bisa dikolaborasikan,” ucap KPH Yudhonegoro.

Mengakhiri rangkaian kegiatan tersebut Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengukuhkan pengurus Desa Rintisan Budaya Kalurahan Sambirejo. (Brd)