Portal DIY

Wabup Sleman Ajak Warganya Selalu Mengingat Jasa Pahlawan

2174
×

Wabup Sleman Ajak Warganya Selalu Mengingat Jasa Pahlawan

Sebarkan artikel ini
Wabup Sleman Ajak Warganya Selalu Mengingat Jasa Pahlawan
Wabup Sleman Danang Maharsa buka pameran dengan melukis kanvas (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengingat sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda, yang salah satunya adalah peristiwa Serangan Umum 1 Maret ini.

Harapan Danang tersebut disampaikanya ketika membuka Pameran Seni Rupa bertajuk Janur Kuning memperingati peristiwa Serangan Umum 1 Maret, di Monumen Jogja Kembali, Jumat (1/3/2024).

Menurut Danang, melalui karya seni tentu sudah menjadi kontribusi dalam mengingat perjuangan dan jasa pahlawan melawan Agresi Belanda II.

Oleh karena itu, Danang mengapresiasi seluruh seniman dan pegiat seni yang mampu mengekspreksikan dan mengingatkan perjuangan bangsa Indonesia melawan Belanda melalui karya seni rupa.

Tentu pesannya adalah mengingatkan kembali bahwa Yogyakarta menjadi saksi perlawanan Bangsa Indonesia pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret.

“Saya berharap semangat pahlawan pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret terus diingat dan dapat terus dikobarkan dalam mengisi pembangunan,” tegasnya.

Wabup Sleman Ajak Warganya Selalu Mengingat Jasa Pahlawan
Danang Maharsa melihat lukisan yang dipamerkan (Brd/Portal Indonesia)

Pelaksanaan pameran Seni Rupa bertajuk Janur Kuning memperingati peristiwa Serangan Umum 1 Maret ini, pembukaanya ditandai dengan melukis kanvas oleh Danang Maharsa.

Sementara itu, Ketua Panitia Pameran Seni Rupa Janur Kuning, Yusman mengatakan bahwa pameran ini berlangsung sejak tanggal 1 Maret hingga April 2024 dengan melibatkan 50 seniman lukis dan pematung yang ada di Yogyakarta dengan 75 karya seni rupa yang di pamerkan.

Menurut Yusman keberlangsungan pameran seni rupa Janur Kuning kuncinya adalah pada regenerasi seniman sehingga karya-karya baru nantinya dapat lahir.

“Janur Kuning merupakan simbol pejuang dalam melawan penjajah, oleh karenanya kami berusaha pameran ini akan tetap ada kedepannya dan ada regenerasi seniman sehingga lahir karya-karya baru dan mengingatkan kita akan perjuangan pahlawan melawan penjajah melalui karya seni rupa,” jelasnya. (Brd)