SIDOARJO — Kasus Pengeroyokan yang terjadi di Sidoarjo Pada Senin (19/2/2024) sekitar pukul 22.30 WIB, polisi berhasil mengamankan lima orang pesilat yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap seorang pemuda berinisial FRP (22) di depan Indomaret Desa Ngaban, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
Kelima tersangka tersebut yakni RHA (25) asal Desa Sugihwaras, DRM (21) asal Gang Nusa Indah, RAF (19) asal Desa Pagerwojo, IAM (16) pelajar kelas X, dan MTDP (17) pelajar kelas XI asal Gedangan, dengan dua di antaranya merupakan anak yang berkonflik hukum.

Menurut Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Chritian Tobing, kelompok pemuda tersebut melakukan pengeroyokan secara bersama-sama terhadap korban sebelum melepas pakaian korban yang bertuliskan “SHORENK”, sebuah kelompok perguruan silat lain. Kronologis kejadian ini terungkap dari keterangan Korps Kepolisian.

Tobing mengungkapkan bahwa motif dari para pelaku adalah ingin membalas dendam terhadap anggota perguruan pencak silat yang lain atas kejadian yang menimpa salah satu anggota mereka di Kecamatan Gempol, Pasuruan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 Ayat (2) ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun,Pungkasnya