Tingkatkan Kekebalan Tubuh Anak, Walikota Gus Ipul Launching Program ‘Angsal Gisi’ dan Imunisasi Kejar

Tingkatkan Kekebalan Tubuh Anak, Walikota Gus Ipul Launching Program 'Angsal Gisi' dan Imunisasi Kejar
Walikota Gus Ipul, saat meninjau langsung proses vaksinasi anak di Puskesmas Kandangsapi

PASURUAN – Dalam rangka mengisi momen Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) serentak Jawa-Bali tahun 2022, Walikota Pasuruan Saifullah Yusuf melalui layanan terpadu tumbuh kembang melaunching program Penanganan Masalah Gizi Terintegrasi (Angsal Gisi) dan kick off (memulai) Imunisasi Kejar, Kamis (23/6) pagi.

Acara launching itu sendiri digelar di Puskesmas Kandangsapi, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, dan dihadiri oleh kepala dinas Kesehatan dr. Shierly Marlena terkait termasuk Lurah se-Kota Pasuruan.

Diketahui bahwa program tersebut dilakukan menurut Walikota Saifullah Yusuf atau Gus Ipul adalah, untuk meningkatkan kekebalan atau daya tahan tubuh anak-anak terhadap serangan penyakit.

Selain itu Walikota Gus Ipul juga ingin menurunkan kasus stunting (kondisi gagal tumbuh pada anak Balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi di Kota Pasuruan yakni dengan cara memulai imunisasi Kejar bagi anak atau bayi yang belum mengikuti program imunisasi.

“Sasaran kita untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak, dan kedua kita menurunkan kasus stunting Kota Pasuruan. Kita masih ada enam ribu bayi rata-rata setiap tahun dan baru delapan puluh persen anak-anak kita yang ikut program imunisasi”, kata Walikota Gus Ipul.

Seperti yang dikatakan oleh Gus Ipul, saat ini Kota Pasuruan terus mengejar ketertinggalan soal program imunisasi anak nasional dari saat ini 23 persen bisa turun sebesar 18 persen di tahun 2023 dan 15 persen pada 2024 mendatang.

Tingkatkan Kekebalan Tubuh Anak, Walikota Gus Ipul Launching Program 'Angsal Gisi' dan Imunisasi Kejar
Walikota Gus Ipul, saat meninjau langsung proses vaksinasi anak di Puskesmas Kandangsapi

Guna mencapai target itu, Gus Ipul mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Pasuruan agar dapat memanfaatkan akses layanan imunisasi yang sudah dipermudah oleh pemerintah.

Sekaligus mendorong semua elemen mulai dari tingkat RT, tokoh agama dan masyarakat, supaya mendorong warganya terutama yang memiliki anak bayi dan Baduta (bawah dua tahun) bisa menerima dosis vaksin sesuai usia yang ditentukan pada jadwal imunisasi nasional.

“Untuk itu lewat layanan terpadu ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses jika memerlukan layanan yang diperlukan. Tentu ini dibantu Lurah, RT/RW untuk menggerakkan warganya yang memiliki anak untuk waktunya imunisasi, itu PR utama kita”, imbuhnya.

Sementara soal stunting sendiri kata Gus Ipul ada beberapa penyebab, diantaranya kurang gizi, pola asuh, lingkungan kurang bersih, yang salah satunya adalah soal sanitasi.

Bukan hanya itu, dalam kesempatan yang sama Walikota Gus Ipul juga meminta kepada masyarakat Kota Pasuruan yang belum vaksin Booster untuk segera melaksanakan vaksin. (Ek/Gha)

error: