Hukum & KriminalPortal Jatim

Tindak Kekerasan Anak sebabkan Kematiaan di Sidoarjo, Pelaku Geng Motor Ditangkap Polisi

323
×

Tindak Kekerasan Anak sebabkan Kematiaan di Sidoarjo, Pelaku Geng Motor Ditangkap Polisi

Sebarkan artikel ini
Tindak Kekerasan Anak sebabkan Kematiaan di Sidoarjo, Pelaku Geng Motor Ditangkap Polisi
Press Release ungkap kasus tindak kekerasan Anak dibawah umur di Mapolresta Sidoarjo

SIDOARJO — Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo berhasil menangkap pelaku kasus tindak kekerasan terhadap anak di bawah umur yang mengakibatkan korban meninggal dunia di depan Balai PMKS Dinsos.

Kapolresta Sidoarjo, Christian Tobing, mengungkapkan kronologi kejadian saat memberikan keterangan kepada awak media di Mako Mapolresta Sidoarjo. Selasa (02/04/2024).

Menurut Kapolresta, peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu, 9 Maret 2024, ketika kelompok korban dengan inisial MLH dan AM mengikuti Kopdar yang diadakan oleh komunitas mereka di Krian. Sekitar pukul 23.00, mereka melakukan konvoi sepeda motor bergabung dengan kelompok lain untuk menuju Surabaya, namun perjalanan tidak berjalan lancar sehingga mereka memutuskan kembali ke Sepanjang Sidoarjo.

Saat itu, korban AM membonceng korban MLH dengan sepeda motor Yamaha Mio Putih. Rombongan korban melintasi jalan KH. Mukmin Sidoarjo sebelum menuju ke Jl. Diponegoro. Di Jalan Pahlawan, kelompok pelaku dengan mengendarai motor mencegat rombongan dan meminta mereka berhenti karena korban AM mengenakan pakaian dari komunitas lain yang disebut “ANTI PAANCEL”.

Karena ketakutan, korban AM yang membonceng MLH membelok ke kiri di Jalan Pahlawan Sidoarjo, sehingga keduanya terjatuh dari sepeda motor. Saksi dari kelompok korban, MABS, melihat korban AM meninggal dunia di tempat kejadian sementara MLH dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan perawatan.

Pelaku kejahatan ini akan dijerat dengan Pasal 80 Ayat (1) dan Ayat (3) Jo. Pasal 76C Undang Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, atas perbuatannya melakukan atau turut serta dalam kekerasan terhadap anak yang akhirnya berujung pada kematian. Ancaman pidana untuk pelaku adalah penjara selama 15 tahun dan denda maksimal Rp. 3.000.000.000,- berdasarkan Pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHPidana.