Tidak Etis, Pernyataan Kadindik Pasuruan Ancam ‘Mati’ LSM dan Wartawan Menuai Kecaman

Tidak Etis, Pernyataan Kadindik Pasuruan Ancam 'Mati' LSM dan Wartawan Menuai Kecaman
Kadindik Hasbullah, sembari menyampaikan statement dihadapan puluhan tenaga pendidikan didepan Kantor Dindik Kabupaten Pasuruan

PASURUAN – Seperti tidak mencerminkan sikap seorang yang berpendidikan, dimana dalam sebuah video yang beredar di medsos memperlihat seorang Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Pasuruan yang baru dilantik melontarkan pernyataan bernada ancaman yang ditujukan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Wartawan.

Dalam video tersebut, Hasbullah selaku Kadindik Kabupaten Pasuruan dihadapan puluhan kepala SD dan SMP menebar ancaman ‘MATI’ bagi LSM dan Wartawan di Pasuruan, apabila mengganggu lembaga pendidikan sekolah di bawah naungannya.

“Kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ataupun yang bertanggung jawab, ini kebetulan saya di foto mulai awal, hati-hati kamu (red, Hasbullah sambil menuding salah seorang yang ambil gambar) sampai mengganggu kepemimpinanku, ganggu sekolah hati-hati ‘MATI’ awakmu (meninggal kamu)”. Kata Hasbullah dalam video yang beredar di beberapa grup Whatsapp di Pasuruan.

Tidak Etis, Pernyataan Kadindik Pasuruan Ancam 'Mati' LSM dan Wartawan Menuai Kecaman
Erik, selaku Korlap LSM GMBI Distrik Pasuruan Raya.

Ditengah sorakan puluhan tenaga pendidikan, Hasbullah yang seolah mendapat sanjungan menyarankan kepada seluruh kepala sekolah supaya tidak takut kepada LSM dan siapapun.

Lagi-lagi Hasbullah sembari menunjuk salah seorang yang ambil gambar dan belum diketahui itu, untuk selanjutnya disampaikan kepada grup Wartawan dan LSM supaya tidak mengganggu lembaga pendidikan sekolah kalau tidak ingin ‘MATI’.

“Kepala sekolah semuanya nggak usah takut, sama LSM, sama siapa, dan ini perwakilan grupnya Wartawan sama LSM. Sebar itu ya, jangan sampai ganggu hati-hati MATI. Saya tidak ingin ada cerita sekolah takut semuanya, dan saya ingin lebih aman dan lebih nyaman” tambahnya, bak seorang jagoan.

Menanggapi adanya pernyataan seperti itu, spontan Erik selaku Korlap LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Pasuruan Raya angkat bicara dan menilai hal tersebut sangatlah tidak etis.

“Miris, sekelas Kepala Dinas Pendidikan Bapak Hasbullah yang baru dilantik menyampaikan statment yang tidak beretika sama sekali dengan mengancam LSM dan wartawan kalau ganggu kepala sekolah “MATI” secara terbuka didepan publik” kata Erik kepada awak portal-indonesia.com.

Statement semacam itu dianggap oleh Erik, juga tidak layak dan sangat tidak pantas untuk disampaikan dimuka umum terlebih oleh seorang yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan.

Menurutnya, pejabat itu seharusnya lebih mengedepankan etika, etitut, tata bahasa yang baik, santun dan menyejukkan, sehingga tidak melukai atau menciderai orang lain.

“Saya selaku aktifis LSM GMBI Distrik Pasuruan Raya mengecam keras statment Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, dan kita tidak terima marwah LSM dan wartawan direndahkan seperti itu” ucap Erik secara tegas.

Sebagai bentuk sikap tidak menerima atas statement semacam itu, Dirinya bersama LSM lain dan juga Wartawan se-Pasuruan Raya akan melakukan aksi demo guna menuntut pertanggungjawaban dari Kadindik.

“Besok seluruh aktifis LSM dan Wartawan se-Pasuruan Raya akan kumpul, kita akan mengambil sikap tegas karena apa yang sampaikan beliau nya sangat menyakiti kita. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab, “MULUT MU HARIMAU MU” pungkasnya. (Eko/Ghana)

error: