Terus Mengalami Kerusakan Granit India di Jalan Menara Kudus

  • Bagikan
Terus Mengalami Kerusakan Granit India di Jalan Menara Kudus
Pekerja sedang memperbaiki granit rusak di ruas Jalan Menara Kudus (Foto : Suprapto/Portal Indonesia)

KUDUS – Kerusakan terus terjadi pada ruas Jalan Menara di komplek Masjid Menara Makam Sunan Kudus (M3SK) Kota/Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Sejak dioperasikan menjelang akhir 2017 hingga Kamis ( 30/12/2021).

Ibaratnya satu titik rusak telah diperbaiki, tapi di lain waktu titik lainnya juga rusak .Hal itu berlangsung selama empat tahun terakhir. Padahal pembangunan ruas jalan tersebut. Atau tepatnya penggantian material lama berupa paving block dengan granit yang didatangkan langsung dari India. Dengan harga Rp 1,3 juta/meter kubik, Atau 10 -15 kali lipat dibanding harga keramik dalam negeri.

Selain itu ruas jalan di komplek peziarahan- wisata ini, juga tercatat sebagai ruas jalan yang terlarang bagi kendaraan besar (mobil). Meski demikian setiap hari ada sejumlah mobil milik warga seputar M3SK atau milik perorangan-dari luar kota yang nekat lewat jalur tersebut.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus yang saat itu (2017) dijabat Samani Intakoris : penggunan granit tersebut didasari untuk kenyamanan bagi segenap warga. Khususnya para peziarah dan pengunjung komplek Makam dan Masjid Menara Sunan Kudus.

“Selain itu granit itu lebih natural dan dari sisi ketahanan/kekuatan jauh lebih tinggi dibanding dengan paving block” tegasnya.

Samani kini promosi menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus
Margo selaku kontraktor pembangunan jalan tersebut menambahkan, jumlah granit mencapai sekitar 400 meter. Dibutuhkan waktu pemasangan paling cepat dua bulan.

“ Selain itu juga dibutuhkan semen khusus yang memiliki daya rekat dan daya tahan yang lebih tinggi. Harga semen khusus ini rata-rata dua setengah kali dari harga semen pada umumnya.” tuturnya.

Sedangkan harga granit per meter persegi mencapai Rp 1,3 juta dan jika dihitung dengan ongkos pengiriman, ongkos bongkar muat di pelabuhan hingga sampai di Kudus membengkak menjadi rata-rata Rp 1.600.000/meter persegi.

Margo menambahkan, ruas jalan yang hendak dipasangi granit tersebut lebih dahulu dibongkar total, kemudian diganti dengan jalan beton bertulang, “diistirahatkan” sementara, kemudian baru dipasangi granit.

Selain itu pihaknya juga tengah membangun ulang gorong-gorong sepanjang 300 meter di ruas Jalan Sunan Kudus. Ditambah dengan pembangunan enam gapura di seputar komplek Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus. “Ini merupakan satu paket proyek yang kami tangani dengan biaya sekitar Rp 9 miliar.” ujarnya.

Berdasarkan pelacakan Portal Indonesia, granit tersebut diduga dibeli dari salah satu toko pembangunan di seputar Jalan Siliwangi Kota Semarang. Nyaris sama dengan granit yang dibeli Yayasan M3SK pada toko dan tahun yang sama. Hanya saja harganya hanya Rp 750.000 per meter kubik.
Sedang apa yang dikatakan Samani : penggunan granit tersebut didasari untuk kenyamanan bagi segenap warga.

Khususnya para peziarah dan pengunjung komplek Makam dan Masjid Menara Sunan Kudus. Selain itu granit lebih natural dan dari sisi ketahanan/kekuatan jauh lebih tinggi dibanding dengan paving block tidak sepenuhnya benar.

Lalu untuk pembangunan enam gapura di seputar M3SK, kenyataannya hanya tiga gapura yang dibangun. Yaitu di perempatan Pasucen, perempatan Menara dan pertigaan Klenteng. Terkecuali jika cara menghitungnya satu persatu bakal ketemu enam gapura. Pada umumnya gapura itu sepasang- kanan kiri. (Suprapto)

  • Bagikan
error: