Portal Jatim

Tertutup Awan tebal Tim Hisab Rukyat Kabupaten Probolinggo Prediksi 1 Syawal 1444 Hijriyah akan Jatuh pada Sabtu

7
×

Tertutup Awan tebal Tim Hisab Rukyat Kabupaten Probolinggo Prediksi 1 Syawal 1444 Hijriyah akan Jatuh pada Sabtu

Sebarkan artikel ini
Tertutup Awan tebal Tim Hisab Rukyat Kabupaten Probolinggo Prediksi 1 Syawal 1444 Hijriyah akan Jatuh pada Sabtu
Tim Hisab Rukyat (THR) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo melakukan pemantauan hilal guna menentukan 1 Syawal 1444 Hijriyah di Pantai Duta Paiton.

PROBOLINGGO – Guna menentukan 1 Syawal 1444 Hijriyah tim hisab rukyat (THR) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo melakukan pemantauan hilal di Pantai Duta di Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kamis (20/4/2023) petang.

Terlihat di lokasi tim hisab rukyat mulai berdatangan sekitar pukul 16.00 WIB, dan langsung mempersiapkan sejumlah alat pemantauan.

Scroll kebawah untuk lihat konten

Untuk mengetahui adanya hilal tim hisab rukyat kabupaten Probolinggo menggunakan tiga alat diantaranya. Alat tradisional seperti, gawang lokasi dan benang azimut, hingga teleskop yang merupakan alat modern.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Syamsur mengatakan, pemantauan hilal kali ini gagal terlihat karena tebalnya awan hitam yang berada di titik pemantauan.

“Kami selama proses pemantauan yang
dilakukan selama enam menit dari pukul 17.22 – 17.28 WIB. Gagal melihat hilal”, Katanya.

Dalam rukyatul hilal ini cuaca harus sangat mendukung jika kondisi alam tidak mendukung maka hilal sulit untuk kelihatan.

Selain itu, posisi hilal yang hanya berada 2,11 derajat di sisi utara matahari dengan ketinggian 1,2 derajat juga menjadi faktor sulitnya melihat hilal.

Sebab lokasinya yang terlalu dekat dengan matahari membuat titik pemantauan menjadi bias oleh sinar matahari.

“Normalnya itu jaraknya tiga derajat, tapi kali ini posisinya sekitar 1 derajat, sehingga bias oleh matahari, ini juga yang menyulitkan,” terangnya.

Dengan hasil tersebut, ini menjadi kali keenam THR Kemenag setempat gagal melihat hilal awal Syawal di lokasi pemantauan Pantai Duta. “Semoga saja tahun-tahun selanjutnya bisa terlihat,” ujarnya.

Sesuai dengan kesepakatan bersama empat menteri agama yakni, Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia dan Singapura (Mabims). Maka disepakati penentuan awal bulan jika jarak hilal sudah berada sekitar 6,4 derajat dari matahari dengan ketinggian enam tiga derajat.

“Berdasarkan hal tersebut, maka besar kemungkinan awal Syawal 1444 hijriah, akan jatuh pada Sabtu mendatang,” imbuhnya.

Akan tetapi kami mengimbau kepada masyarakat khususnya masyarakat kabupaten Probolinggo, tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI yang digelar Sabtu malam.

“Masyarakat kami himbau untuk menunggu hasil sidang isbat dari kemenag pusat,” tutupnya