Hukum & KriminalPortal DIY

Tersinggung, Residivis di Sleman Aniaya Seorang Pelajar

8
×

Tersinggung, Residivis di Sleman Aniaya Seorang Pelajar

Sebarkan artikel ini
Tersinggung, Residivis di Sleman Aniaya Seorang Pelajar
Anggota Polsek Depok Barat tunjukan barang bukti (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Seorang residivis yang yang baru saja keluar dari penjara bulan Januari lalu, kembali berulah, yakni menganiaya serorang pelajar SMA berinisial RHM (20) dengan menggunakan senjata tajam. Atas perbuatanya, kini tersangka berinisial TP (20) warga Gowok, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman diamankan di Mapolsek Depok Barat wilayah Hukum Polresta Sleman.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada tanggal 19 April 2023 sekitar pukul 01.51 di Jl Nogopuro, depan SDN Nogopuro, Gowok kalurahan Caturtunggal Kapanewon Depok, Sleman.

Saat itu, korban RHM warga Padukuhan Klaseman Kapanewon Ngaglik, Sleman bersama temanya bergoncengan sepeda motor pulang dari menghantarkan pesanan online Grabmart di Gowok.

RHM dan temanya meluncur dari arah timur, dan ketika sampai di TKP, korban melihat seorang lelaki sendirian jalan kaki yang juga dari arah timur.

Tanpa berkata apa-apa, tersangka langsung menyabetkan senjata tajam sabit yang dibawanya ke lengan korban. Setelah menyabetkan sabitnya, tersangka berucap “Nek ra trimo mrene” (Kalau tidak terima kesini).

Karena ketakutan, korban tidak menedakat, tetapi justru meninggalkan tersangka menuju ke Mapolsek Depok barat untuk melaporkan kejadian yang dialami .

Mendapat laporan korban, polisi langsung mendatangi rumah tersangka di padukuhan Gowok. Namun saat itu tersangka tidak berada di rumah, sehingga polisi meminta keluarga agar mencarikan tersangka untuk menyerahkan diri.

Tersinggung, Residivis di Sleman Aniaya Seorang Pelajar
Tersangka TP (tengah)

Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB dengan diantar ibunya, tersangka TP menyerahkan diri ke Mapolsek Depok Barat.

Kepada polisi tersangka mengaku waktu itu hendak ke warung untuk membeli rokok. Ketika ditanya alasanya membawa sabit, dijawab untuk jaga-jaga. Sedang perbuatanya nekat menyabetkan sabit yang dibawanya ke lengan korban, karena korban melihat dirinya, hingga membuat dirinya tersinggung.

Atas perbuatanya, Tersangka TP dipersalahakan melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kini tersangka TP beserta barang buktinya berupa sebuah sabit sepanjang 35 Cm serta sebuah kaos putih dan celana pendek warna hitam milik tersangka diamankan di Mapolsek Depok Barat.

Menurut kapolsek Depok Barat, Kompol Mega Tetuko, tersangka yang masih berstatus pelajar di salah satu SMA swasta di Yogyakarta ini ternyata merupakan residivis yang telah beberapa kali masuk penjara.

Diantaranya, pada tahun 2017 pernah menjalani hukuman di lapas anak Wonosari karena menganiaya orang. Tahun 2020 juga dipenjara di Lapas Anak Wonosari lagi karena melakukan penyalahgunaan narkoba dan obat-obat terlarang.

Kemudian pada tahun 2022 tersangka juga menjalani hukuman penjara di lapas Wirogunan kota Yogyakarta 10 bulan karena melakukan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang.

“Pada bulan Januari 2023 lalu, tersangka TP keluar dari lapas Wirogunan, tetapi kini sudah berulah lagi, yang akhirnya diamankan polisi,” kata Kompol Mega Tetuko. (Brd)