Terpesona Dewan Pendidikan Bondowoso, Dewan Pendidikan Bojonegoro Lakukan Studi Tiru

Terpesona Dewan Pendidikan Bondowoso, Dewan Pendidikan Bojonegoro Lakukan Studi Tiru
Kegiatan Studi Tiru Dewan Pendidikan Bojonegoro ke Dewan Pendidikan Bondowoso

BONDOWOSO. Portal-Indonesia.com Hari ini (04/12) Dewan Pendidikan Bondowoso menerima tamu spesial dari rombongan Dewan Pendidikan Kabupaten Bojonegoro dalam rangka kegiatan studi tiru. Acara yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso tersebut diterima langsung oleh pengurus Dewan Pendidikan Bondowoso dan juga di hadiri langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro Ridlwan Hambali menyampaikan alasan pemilihan studi tiru di Bondowoso karena terpesona dengan program dan kegiatan-kegiatan praktik baik yang telah terbukti dilakukan oleh Dewan Pendidikan Bondowoso untuk bisa dilakukan di Bojonegoro.

“Kami terpesona dan sangat apresiatif paparan dari ketua dewan pendidikan Bondowoso dari sekian praktik baik yang telah dilakukan untuk kami bawa ke Bojonegoro” tegas Ridlwan.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pendidikan Bondowoso Putut Ridjatmiko dalam paparannya beberapa capaian program dan kegiatan yang telah dilakukan seperti; percepatan angka lama usia sekolah dengan progra Getar Desa, gerakan kembali ke Musholla, pendidikan 24 jam, safari pendidikan, FGD persoalan pendidikan, dan pendidikan inklusi.

“Sesuai dengan tupoksi Dewan Pendidikan untuk terus berupaya mendorong pendidikan di Bondowoso semakin melesat, bersinergis dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan inisiasi dan inovasi seperti tersebut di atas” imbuh Putut.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh pengurus Dewan Pendidikan Bondowoso Abdurahman bahwa landasan pijak penyusunan program dan kegiatannya sesuai dengan tupoksi Dewan Pendidikan seperti; advisory agency, supporting agency, controling agency, serta ediator pemerintah dan legislatif.

“Sinergitas Dewan Pendidikan dengan semua pemangku kebijakan adalah kunci sukses kami, terbaru adalah lahirnya perda nomor 4 tahun 2021 tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif” tegas Abdurahman.

error: