Terkendala Biaya, Bocah yang Diduga Idap Tumor Ini Butuh Bantuan Pemkab Probolinggo

Terkendala Biaya, Bocah yang Diduga Idap Tumor Ini Butuh Bantuan Pemkab Probolinggo
Faizatun Nuril Qomariyah saat dipangku ayahnya (Maimun) bersama tamunya, Musthofa Koordinator Aliansi Masyarakat Transparansi Probolinggo (AMTP). (photo. Hadari/Portal Indonesia)

PROBOLINGGO — Terkendala biaya untuk berobat, Faizatun Nuril Qomariyah putri ke-2 dari pasangan suami istri (Maimun dan Ani Yusvita Dewi) warga Desa Kecik, Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo, hingga kini belum mampu diobati.

Menurut Ani Yusvita Dewi, putrinya (Faizatun) yang kini telah menginjak usia 5 tahun menderita penyakit yang tumbuh berupa benjolan di lehernya itu sejak lahir.

“Awalnya kecil, tapi kian lama benjolan di leher anak saya ini kian membesar,” ucap Ani, Rabu (6/4/2022) di kediamannya di Dusun Krajan Desa Kecik, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.

Ani menceritakan pada saat anaknya (Faizatun) berusia 3 tahun, sempat dibawa ke rumah sakit untuk diobati yang biayanya ditanggung melalui program BPJS.

Namun karena kondisi ekonomi, menyebabkan biaya BPJS yang harus dilunasinya menjadi terkendala, sehingga pihak keluarga tidak mampu membawa anaknya untuk berobat ke rumah sakit atau pun pusat pelayanan kesehatan terdekat lagi.

“Karena gak ada biaya untuk melunasi tunggakan BPJS, kami akhirnya bingung mau berbuat atau berusaha gimana lagi demi kesembuhan anak kami.”

“Sedangkan untuk biaya operasi, kami juga tidak punya. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu biaya pengobatan putri kami ini,” ucap Ani.

Selang beberapa lama kemudian saat awak media ini masih berada di rumah orang tua Faizatun Nuril Qomariyah, datang tamu.

Ternyata tamu tersebut adalah perwakilan dari Aliansi Masyarakat Transparansi Probolinggo (AMTP).

Kedatangan perwakilan dari AMTP tersebut untuk menyerahkan bantuan santunan dan bingkisan sembako untuk orang tua Faizatun Nuril Qomariyah.

“Setelah mendapat kabar, kami datang ke sini untuk memberikan bantuan ini,” kata Musthofa Koordinator AMTP.

Musthofa mengatakan bahwa, AMTP tidak hanya bergerak di ruang lingkup politik saja. “Organisasi kami ini juga bergerak dalam kemanusiaan,” ujarnya.

Musthofa menambahkan, pada bulan Ramadan yang penuh berkah ini, pihaknya ingin mengetuk pemerintah supaya lebih sensitif lagi terhadap keluhan warganya.

“Kami dalam waktu dekat ini akan menyurati kementerian sosial dan juga Plt Bupati Probolinggo, dengan harapan keluhan masyarakat yang ada di tingkat desa segera ditangani” terangnya.

Sementara itu, Puja Kurniawan Camat Besuk saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya menyampaikan bahwa, selama ini belum menerima laporan terkait apa yang dialami warga Desa Kecik tersebut .

“Kami berharap warga harus melakukan pemeriksaan di puskesmas desa setempat supaya cepat tertangani,” ucapnya.

error: