Hukum & KriminalPortal Jatim

Tega, Seorang Ayah Nekat Setubuhi Anak tirinya Sendiri

14
×

Tega, Seorang Ayah Nekat Setubuhi Anak tirinya Sendiri

Sebarkan artikel ini
Tega, Seorang Ayah Nekat Setubuhi Anak tirinya Sendiri
Press release kasus pencabulan bapak terhadap anak tirinya

SIDOARJO — Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil ungkap kasus pencabulan bapak terhadap anak tirinya selama 4 tahun.

Sementara itu Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro Rabu ( 03/05/2023 ) mengungkapkan pada awak media di Mapolresta Sidoarjo ” Awal mula kejadian bermula saat korban yang merupakan anak tiri pelaku , HK menikah dengan ibu korban pada 2017 , yang tinggal satu rumah dengan pelaku di Kecamatan tarik”ungkap Kusumo.

“Perbuatan pencabulan dilakukan pelaku selama 10 kali yang terjadi pada bulan Juli 2019 hingga kejadian terakhir pada hari Selasa tanggal 7 Februari 2023 di lokasi yang sama yaitu di dalam rumah yang di tempati oleh korban, ibu
korban dan pelaku ” jelasnya.

Tergiur kemolekan tubuh anak tiri yang sering berpakaian seksi, HK usia 49 tahun pun melakukan tindakan asusila terhadap melati 16 tahun sebanyak sepuluh kali. Tindakan asusila tersebut dilaporkan sendiri oleh ibu korban atau istri pelaku yang tidak terima anak gadisnya jadi korban tindakan asusila sang suami.

“Saya sering melihat dia pake baju model anak sekarang yang pendek dan seksi. Melihat hal itu, saya jadi bernafsu, ” jawab HK saat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Kapolresta Sidoarjo

Didampingi Wakapolresta. AKBP Denny Agung Andriana dan Kasatreskrim Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo, Kusumo menjelaskan tindakan cabul yang dilakukan ayah tiri kepada anak tirinya terjadi pada Juli 2019 hingga 7 Februari 2023.

“Setiap akan melakukan tindakan asusila kepada korban, pelaku selalu mengancam. Mulai dari tidak akan dibiayai sekolahnya, tidak akan diberi uang saku hingga tidak akan dibelikan handphone, ” jelas Kusumo.

Terungkap kasus ini, jelarena korban menceritakan apa yang telah dilakukan sang ayah tiri kepada dirinya saat saat sang ibu tidak ada di rumah. Tidak terima dengan perlakuan sang suami kepada sang anak, akhirnya sang ibu pun melaporkan ke SPKT Polresta Sidoarjo dan segera dilakukan visum kepada sang korban. Dengan mengantongi laporan dan hasil visum, akhirnya Polresta Sidoarjo menangkap pelaku.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara ditambah 1/3 lama hukuman sehingga pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara

Hal ini sesuai dengan Pasal 81 ayat (3) UU 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 82 ayat (2) UU 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun penjara.