Portal Jatim

Tawarkan Jasa Esek-esek Via Facebook dan WhatsApps , Mucikari ditangkap Polisi 

22
×

Tawarkan Jasa Esek-esek Via Facebook dan WhatsApps , Mucikari ditangkap Polisi 

Sebarkan artikel ini
Tawarkan Jasa Esek-esek Via Facebook dan WhatsApps , Mucikari ditangkap Polisi 

SIDOARJO — Satreskrim Polresta Sidoarjo amankan Pelaku yang menawarkan prostitusi melalui Facebook dan Whatsapp.

Pelaku berinisial MR ( 28) asal Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro yang indekos di Kelurahan Kandangan Kecamatan Benowo Surabaya.

Scroll kebawah untuk lihat konten

Sementara itu Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro dalam press release menjelaskan berawal kejadian Pada hari Rabu tanggal 21 Juni 2023 Penyidik Unit Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo menerima informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan prostitusi dengan menggunakan aplikasi Whatsapp ”

”Awal penangkapan pelaku di Hotel Permata Jalan Raya Juanda Desa Pabean Kecamatan Sedati dan mengamankan pelaku MR yang berada di Parkir Hotel dan mengamankan barang bukti berupa uang sejumlah Rp.800.000, Selain itu korban L didapati sedang bersama laki-laki berinisial AS ” ungkapnya

“MR menjalankan bisnis haramnya
menerangkan bahwa awalnya dirinya menawarkan jasa kencan (Open BO) melalui aplikasi Facebook dengan mencantumkan nomor Whatsapps, setelah ada komunikasi, ternyata si pemesan juga meminta untuk dicarikan
perempuan lain, selanjutnya
pelaku menawarkan korban L, M dengan cara mengirimkan gambar / foto korbanmelalui aplikasi Whatsapps, dan saat itu disepakati tarif kencan Rp.900.
000,- (sembilan ratus ribu rupiah) untuk 2 (dua)orang yaitu Rp.300.000,- untuk Pelaku M.R.dan Rp.500.000,-untuk korban serta sewa kamar Rp.100.000, “jelasnya.

” kemudian M.R. bersama dengan korban
berangkat dari daerah Waru menuju hotel dan sesampainya di hotel sudah ada laki-laki pemesan yang saat itu telah
menyerahkan uang sebesar Rp. 800.000,-(delapan ratus ribu rupiah) kepada pelaku M.R, Selanjutnya korban dan laki-laki pemesan menuju kamar nomor 31
untuk melakukan kencan, hingga
akhirnya dilakukan penangkapan

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya pelaku dikenakan pasal 12 UU No.21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang setiap orang yang mengunakan atau memanfaatkan korban tindak pidana perdagangan orang dengan cara melakukan persetubuhan atau perbuatan
cabul lainnya dengan korban orang, memperkerjakan korban tindak pidana perdagangan orang untuk meneruskan praktik eksploitasi atau mengambil
keuntungan dari hasil tindak pidana perdagangan orang dengan Ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan
pidana denda paling sedikit Rp.
120.000.000,-dan paling banyak
Rp. 600.000.000,- atau PASAL 296 KUHP

barang siapa yang pencahariannya atau
kebiasaannya yaitu dengan sengaja mengadakan atau dengan orang lain dengan Ancaman pidana penjara 1 tahun atau pasal 506 KUHP, Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannyas ebagai mata pencaharian Ancaman pidana kurungan paling lama satu tahun.