Tanggap Erupsi Semeru, Posko Relawan Blue Helmet Di Candipuro Permudah Penyaluran Bantuan Ke Pengungsi

  • Bagikan
Tanggap Erupsi Semeru, Posko Relawan Blue Helmet Di Candipuro Permudah Penyaluran Bantuan Ke Pengungsi
Posko atau rumah kolaborasi relawan yang didirikan Blue Helmet di Candipuro, Lumajang.

PASURUAN – Status tanggap bencana erupsi gunung Semeru, di Jawa Timur, hingga saat masih berlangsung. Dan dampak yang ditimbulkan pun cukup besar, baik secara materil, korban luka maupun korban jiwa.

Sehingga hal itu menjadi perhatian khusus bagi relawan kemanusiaan rescue khususnya Blue Helmet Pasuruan Raya, untuk mendirikan sebuah Posko Pusat Relawan sejak awal bencana terjadi.

Dengan berjumlah 9 anggota personil, diketahui tim dari Relawan Blue Helmet Pasuruan tiba dilokasi Posko Pusat Relawan yang bertempat di wilayah Candipuro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur Rabu (8/12) sekira pukul 13.00 WIB.

Tujuan didirikannya Posko tersebut tidak lain adalah demi mempermudah petugas atau relawan dilapangan baik didalam pencarian korban yang belum ditemukan maupun dalam hal penyaluran bantuan kepada para pengungsi dilapangan.

Tanggap Erupsi Semeru, Posko Relawan Blue Helmet Di Candipuro Permudah Penyaluran Bantuan Ke Pengungsi
Para relawan Blue Helmet, saat ikut menyisir dan mencari korban lain dilokasi terdampak bencana.

Adapun kebutuhan yang sangat diperlukan oleh para pengungsi sehari-hari seperti sembako, makanan ringan, obat-obatan, sabun, pakaian layak pakai, kebutuhan bayi dan anak-anak.

Selama dilokasi bencana, tampak para Relawan Blue Helmet juga ikut turun langsung dalam giat evakuasi warga yang selamat dan juga pencarian korban yang masih atau belum ditemukan.

Berdasarkan informasi dari Supriyadi (Tembel) Koordinator Lapangan (Korlap) Blue Helmet meneruskan info atau pesan yang bersumber dari Basarnas Jatim pada Rabu 8 Desember 2021 sekira pukul 18.00 WIB, bahwa korban meninggal yang ditemukan tercatat ada 39 orang.

Sementara untuk korban yang mengalami luka berat sebanyak 25 orang, korban dengan luka ringan 82 orang, dan korban lain yang masih dalam pencarian sebanyak 12 orang, lalu yang dinyatakan hilang ada sebanyak kurang lebih 24 orang.

“Kejadian erupsi bencana semeru ini menjadi suatu pelajaran buat kita semua, bahwa edukasi ke semua warga soal bahaya erupsi ini sangat penting. Kita sebagai agen bencana atau relawan, menjadi prioritas utama untuk menyampaikan edukasi itu kesemua warga”. Kata Supriyadi.

Bukan hanya sebatas memiliki kemauan ataupun kepedulian didalam membantu warga ketika tertimpa bencana, akan tetapi menurut Tembel harus didasari dengan skill dan kemampuan yang mumpuni khususnya dibidang bencana.

“Kita sebagai relawan kemanusiaan, tentu harus mempunyai skill dan kemampuan dibidang bencana”. Terangnya Supriyadi alias Tembel.

Dan dengan berdirinya Posko kolaborasi antara relawan Blue Helmet dan lainnya, Tembel mengatakan bahwa hal itu sangat membantu terutama dalam hal penyaluran bantuan dari para donatur bagi para pengungsi yang terdampak erupsi.

“Alhamdulillah dengan berdirinya Posko peduli ini, banyak donatur yang sudah menyisihkan rezekinya untuk membantu saudara-saudara yg sedang mengalami musibah. Saya ucapkan terima kasih buat semua donatur dan semua relawan yang sudah meluangkan waktu dan tenaganya. Semoga semua selalu dalam lindungan Allah S.W.T”. Ucap Supriyadi (Eko/Ghana)

  • Bagikan
error: