Portal Sumsel

Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel Sidak SPBU di Wilayah Sumsel

91
×

Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel Sidak SPBU di Wilayah Sumsel

Sebarkan artikel ini
Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel Sidak SPBU di Wilayah Sumsel

 

PALEMBANG — Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel
melaksanakan kegiatan sidak dalam hal melaksanakan pengawasan dan pengecekan pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Wilayah Prov Sumsel.

Sebagai upaya menjamin kestabilan, kelancaran dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta meminimalisir terjadinya potensi penyimpangan dan ketidak sesuaian dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1445 H.

Yang mana kegiatan pelaksanaan sidak dari subdit 1 indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel pada
Jum’at, 29 Maret 2024
Pkl 09.00 wib s/d Selesai. Di SPBU 24.302.23, Jalan Palembang Indralaya.

Dalam kegiatan tersebut Personil yang terlibat yaitu, Tim Pengawas Metrologi Dinas Perdagangan Sumsel dipimpin Sherly Imela Nasution selaku Kabid Metrologi, Tim Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel dipimpin IPTU Anita S.H, dimana dalam sidak itu melaksanakan pengecekan terhadap mesin -mesin yang digunakan untuk pengisian bahan bakar Minyak serta melakukan pengujian.

Dan dari hasil sidak tersebut, STASIUN / PULAU NO 6, mesin Dexlite dilakukan pengujian sebanyak dua kali dengan hasil Nozzele 1 (M – S1) – 85 ml, Mesin Pertamax dilakukan pengujian sebanyak satu kali menggunakan bejana ukuran 20 liter dengan hasil Nozzele 2 (M- S2) – 45 ml.
Dinyatakan masih diambang batas kesalahan yang diizinkan yaitu, dalam 20 liter itu plus minusnya 0,5 % atau plus minus 100 ml.

Petugas juga melakukan pengecekan terhadap tera/segel pada mesin, STASIUN / PULAU NO 5, Mesin Pertamax dilakukan pengujian sebanyak satu kali menggunakan bejana ukuran 20 liter dengan hasil, Nozzele 9 (M – S1) mesin dalam kondisi rusak, Nozzele 10 (M – S2) +20 ddx.
Dinyatakan masih diambang batas kesalahan yang diizinkan yaitu, dalam 20 liter itu plus minusnya 0,5 % atau plus minus 100 ml.

Kemudian petugas juga melakukan pengecekan terhadap tera/segel pada mesin, STASIUN / PULAU NO 4, Mesin Bio Solar dilakukan pengujian sebanyak satu kali menggunakan bejana ukuran 20 liter dengan hasil, Nozzele 8 (M – S1) – 50 ml, Nozzele 7 (M- S2) – 30 ml. Dinyatakan masih diambang batas kesalahan yang diizinkan yaitu, dalam 20 liter itu plus minusnya 0,5 % atau plus minus 100 ml.

Selanjutnya petugas melakukan pengecekan terhadap tera/ segel pada mesin, STASIUN / PULAU NO 3, Mesin Bio Solar dilakukan pengujian sebanyak satu kali menggunakan bejana ukuran 20 liter dengan hasil, Nozzele 6 (M – S1) – 20 ml, Nozzele 5 (M- S2) – 45 ml. Dinyatakan masih diambang batas kesalahan yang diizinkan yaitu, dalam 20 liter itu plus minusnya 0,5 % atau plus minus 100 ml.

Serta melakukan terhadap tera/ segel pada mesin. 5 STASIUN / PULAU NO 2, Mesin Pertalite dilakukan pengujian sebanyak satu kali menggunakan bejana ukuran 20 liter dengan hasil, Nozzele 3 (M – S1) – 30 ml, Nozzele 4 (M- S2) – 70 ml. Dinyatakan masih diambang batas kesalahan yang diizinkan yaitu, dalam 20 liter itu plus minusnya 0,5 % atau plus minus 100 ml. Serta petugas juga melakukan terhadap tera/ segel pada mesin, STASIUN / PULAU NO 1, Mesin Pertalite dilakukan pengujian sebanyak satu kali menggunakan bejana ukuran 20 liter dengan hasil, Nozzele 1 (M – S1) – 60 ml, Nozzele 2 (M- S2) – 20 ml. Dinyatakan masih diambang batas kesalahan yang diizinkan yaitu, dalam 20 liter itu plus minusnya 0,5 % atau plus minus 100 ml. Petugas juga melakukan pengecekan terhadap tera/ segel pada mesin.

Dan dari hasil pemeriksaan dan pengawasan yang dilakukan oleh Tim metrologi dr Dinas Perdagangan Kota Palembang dan Tim unit 3 Subdit I Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel, ditemukan adanya kurang takar terhadap mesin mesin yang digunakan di SPBU 24.302.23 tersebut hanya saja masih dalam ambang batas yang di izinkan. (Ambang batas yang dizinkan -100 ml atau 0,5%). Ungkap Iptu Anita SH. (Adi Simba)