Portal DIY

Stevanus : Pendidikan Khas KeJogjaan Perlu Terus Dikembangkan di Seluruh Jenjang Pendidikan di DIY

11
×

Stevanus : Pendidikan Khas KeJogjaan Perlu Terus Dikembangkan di Seluruh Jenjang Pendidikan di DIY

Sebarkan artikel ini
Stevanus : Pendidikan Khas KeJogjaan Perlu Terus Dikembangkan di Seluruh Jenjang Pendidikan di DIY
Anggota Komisi D DPRD DIY Dr Raden Stevanus C Handoko (Ist)

YOGYAKARTA – Anggota Komisi D  DPRD DIY Dr Raden Stevanus C. Handoko S.Kom., MM mengatakan
pendidikan khas kejogjaan sangat diperlukan untuk terus dikembangkan dan diimplementasikan di seluruh jenjang Pendidikan di DIY.

“Saat ini ada kecenderungan generasi muda DIY kurang memahami tentang sejarah, budaya, adat istiadat yang hidup dan berkembang di DIY,” kata Stevanus, Salasa (4/4/2022).

Menanggapi atas rencana implementasi grand design Pendidikan khas kejogjaan di DIY, ia menyatakan sangat mendukung dan mengapresiasi langkah yang akan dilakukan pemerintah daerah.

“Secara regulasi terkait dengan grand design Pendidikan khas kejogjaan sudah selaras dengan perda yang dimiliki oleh DIY, yaitu Perda tentang  Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Budaya,” kata Stevanus.

Menurutnya pendidikan berbasis budaya adalah pendidikan yang diselenggarakan untuk memenuhi standar nasional. Pendidikan yang diperkaya dengan keunggulan komparatif dan kompetitif
berdasar nilai-nilai luhur budaya. Agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi diri. Sehingga menjadi manusia yang unggul, cerdas, visioner, peka terhadap lingkungan dan keberagaman budaya, serta tanggap terhadap perkembangan dunia.

Secara umum, konsep-konsep yang tertuang dalam Pendidikan Khas Kejogjaan merupakan bagian dari implementasi orasi ilmiah yang disampaikan Gubernur DIY pada 2019 saat menerima anugerah kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) bidang Manajemen Pendidikan Karater Berbasis Budaya dari UNY.

Stevanus mengatakan pendidikan khas Yogyakarta (KeJogjaan) perlu mempertimbangan aspek tentang pengembangan pengetahuan, ketrampilan, karakter yang dapat menghadapi kondisi perkembangan/perubahan jaman serta pergeseran yang terjadi di masyarakat, terlebih semakin pesatnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Karenanya Pendidikan KeJogjaan sudah semestinya dapat mewarnai pendidikan nasional yang sudah ada serta mendorong keunggulan komparatif dan kompetitif berdasar nilai-nilai luhur budaya. Ini dimaksudkan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi diri. Sehingga menjadi manusia yang unggul, cerdas, visioner, peka terhadap lingkungan dan keberagaman budaya.

Selain itu, Stevanus juga menyampaikan terkait dengan Pendidikan keJogjaan akan beririsan juga dengan UU Keistimewaan DIY Nomor 13 Tahun 2012. Sehingga dalam implementasi nilai-nilai luhur budaya pastinya tidak akan terlepas dari sumber budaya lokal yang tidak lain juga berasal dari Kraton Yogyakarta.

Ditambah dengan perkembangan Artificial Intellegence dan implementasinya di sektor Pendidika, pasti akan membawa pengaruh yang signifikan dalam proses penyelenggaraan Pendidikan. Dan sudah semestinya juga menjadi bahan perhatiaan dalam implementasi Pendidikan kejogjaan di seluruh jenjang Pendidikan di DIY. (bams)