Soal Dugaan Penyimpangan Dana BOS Di SDN Kota Palembang, Ini Kata Inspektorat

Soal Dugaan Penyimpangan Dana BOS Di SDN Kota Palembang, Ini Kata Inspektorat

PALEMBANG| portal-indonesia.com-Menindak lanjuti adanya indikasi dugaan penyimpangan anggaran Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) di beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Gusmah Yuzar kepala inspektorat kota Palembang saat dihubungi awak media hari sabtu (30/01/21) melalui pesan whatsApp pribadinya, mengatakan”Sepanjang sumber dana kegiatan pemasangan tower tersebut berasal dari anggaran dana APBN/APBD, maka tidak boleh dibayarkan sebelum barang/jasanya diterima oleh pengguna barang/jasa.Larangan tersebut tercantum dalam UU Nomor 1 Tahun 2004 pasal 21 ayat (1).

Pembayaran beban APBN/APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan/atau jasa diterima katanya.

Sebelumnya hal ini disampaikan Des Lefri Ketua Umum LSM-POSE RI saat di konfirmasi di kediamannya.

Dana BOS tersebut digunakan sebagai sumber anggaran untuk pemasangan tower wi-fi terhitung mulai dari bulan September, Oktober, November dan Desember tahun 2020 yang ditransfer ke rekening PT. Sudasa atas nama oknum berinisial D, serta biaya PPDB online sebesar Rp 2 Juta.

” Hendaknya agar Polda Sumatera Selatan mengaudit secara faktual, uji petik terhadap kegiatan tersebut dengan riil kroscek ke lapangan langsung sesuai dengan petunjuk dokumen yang kami serahkan. Karena diduga dalam pelaksanaan pemasangan tower wi-fi ada indikasi penyimpangan untuk mendapatkan keuntungan baik secara pribadi maupun berkelompok,” jelasnya.

Masih kata Des Lefri, total dugaan pungutan yang diperoleh PT. SUDASA melalui transfer dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) se-kota palembang Rp 3.882.000.000 (tiga milyar delapan ratus delapan puluh dua juta rupiah). Ungkapnya

Sementara itu, Ahmad Zulinto Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang saat dikonfirmasi mengatakan telah memberi teguran bagi pihak PT SUDASA.

“Saya sudah menyampaikan surat teguran kepada PT SUDASA agar wi-fi yang belum dapat dipakai agar uangnya segera dikembalikan ke rekening sekolah,” jelasnya

Tinggalkan Balasan

error: