SMPN 1 Gamping Dicanangkan Sebagai SSK Berbasis Budaya

  • Bagikan
SMPN 1 Gamping Dicanangkan Sebagai SSK Berbasis Budaya
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana mencoba lakukan kegiatan membatik sibori di SMPN 1 Gamping (Foto : Brd/Portal Indonesia)

 

SLEMAN – Untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap permasalahan kependudukan dan cara mengatasinya, serta untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya, SMPN 1 Gamping, Kabupaten Sleman oleh Pemkab Sleman dicanangkan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan sekolah berbasis budaya. Pengukuhan ditandai pengguntingan pita oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana di sekolah setempat, Rabu (29/12/2021).

“Dengan Pencanangan sekolah tersebut, maka kegiatan belajar mengajar di SMPN I Gamping, siswa selain diajar berbagai pendidikan sesuai kurikulum yang berlaku, juga diajar tentang permasahan kependudukan yang ada di Indonesia dan cara mengatasi, serta penanaman nilai-nilai budaya kepada siswa,” kata kepala SMPN I Gamping, RR Suratiningsih, M.Pd.

Untuk membuktikan bahwa SMPN I Gamping Kabupaten Sleman siap menjalankan program tersebut, pada pencanangan ini, para siswa SMPN I Gamping menunjukkan berbagai kemampuanya dibidang seni budaya. Diantaranya, mementaskan berbagai kesenian tradisional, seperti seni tari, geguritan, praktek membatik jenis sibori serta melukis caping.

Bahkan, dalam acara tersebut, seluruh tamu undangan dijamu aneka makanan tradisional khas Sleman. Diantaranya, gatot, tiwul, legondo, cenil, dan klepon.

Aneka makanan tradisional tersebut merupakan makanan hidangan khas SMPN 1 Gamping. Sehingga setiap SMPN I Gamping menyelenggarakan berbagai kegiatan atau kedatangan sejumlah tamu, selalu disuguhi anake makanan tradisional tersebut.

”Melalaui cara ini, diharapkan seluruh siswa SMPN I Gamping, juga mengetahui dan gemar mengonsumsi aneka makanan tradisional, sehingga lama-lama nantinya para siswa SMPN I Gamping juga semakin mencintai aneka makanan tradisional,” tegas Kepala SMPN I Gamping Suratiningsih.

Dengan menyandang predikat sebagai Sekolah Siaga Kependudukan berbasis budaya tersebut, dalam pembelajaranya, siswa SMPN I Gamping akan dididik mengenai hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan kependudukan di indonesia dan cara mengatasinya. Diantaranya, diberi pemahaman tentang bahaya narkoba dan minuman keras serta cara mengantisipasinya, serta diberi pemahaman akan resikio nikah dini dan cara mengatasinya.

“Melalui cara ini, diharapkan nantinya para siswa SMP N I Gamping, tidak hanya cerdas di bidang akademis, tetepi juga menjadi anak yang beraklak mulia serta cinta terhadap budaya peninggalan leluhur,” tegas Suratiningsih.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana menuturkan bahwa, permasalahan kependudukan di indonesia semakin komplek dan membahayakan para generasi muda. Oleh karena itu, dengan dicanangkanya SMPN I Gamping sebagai SSK berbasis budaya ini, diharapkan para peserta didik SMPN I Gamping bisa semakin paham dalam menghadapi berbagai permasalahan kependudukan yang semkakin komplek ini.

Selain itu dengan dicanangkan sebagai sekolah berbasis budaya, diharapkan semua siswa SMPN I Gamping juga semakin mencintai budaya tinggalan leluhur, sehingga keberadaan budaya tinggalan leluhur, bisa tetap lestari. (Brd)

  • Bagikan
error: