Sekda DIY Optimis Kemiskinan di DIY Segera Menurun

Sekda DIY Optimis Kemiskinan di DIY Segera Menurun
Huda Tri Yudiana (tengah) saat memimpin forum (Foto : Bambang S/Portal Indonesia)

YOGYAKARTA – Meski kemiskinan masih menjadi persoalan klasik  di DI Yogyakarta (DIY), namun Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji optimis angka kemiskinan di daerahnya akan segera turun seiring dengan kenaikan ekonomi ke depan.

Saat DPRD DIY menggelar forum grup disscusion (FGD) untuk mencari metode serta intervensi penurunan angka kemiskinan DIY, Jumat (24/12/2021) Baskara Aji menyebut  beberapa sektor yang menunjukkan pertumbuhan di  DIY, yakni sektor pariwisata dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Menurutnya, Pemda DIY terus berupaya untuk menangani masalah  klasik kemiskinan di DIY. Diusulkan pendekatan berbeda dalam penanganan ini, yaitu  mendata fenomena kemiskinan tingkat mikro, hingga tingkat kecamatan termasuk kelurahan.

Kecamatan yang perlu mendapat penanganan khusus terkait masalah kemiskinan adalah Kecamatan Samigaluh, Kokap, Pengasih, dan Sentolo di Kabupaten Kulonprogo.

Sedangkan untuk Kabupaten  Sleman  meliputi Kecamatan Sayidan dan Tempel. Gunungkidul meliputi Kecamatan Playen, Gedangsari, Tepus, dan Karangmojo.

Kepala BPS DIY Sugeng Irianto sebelumnya memaparkan wilayah DIY, angka kemiskinan tahun 2021 berada pada angka 12,8 persen atau 506.450 jiwa. Dengan rincian  18,38 persen atau sebanyak 81.140 jiwa di Kulonprogo, 17,69 persen atau 135.330 jiwa di Gunungkidul,  14,04 persen atau 146.980 jiwa di Bantul, 8,64 persen atau 108.930 jiwa di Sleman dan 7,69 persen atau 34.070 jiwa di Kota Yogyakarta.

“Angka kemiskinan tertinggi di Kulonprogo, sedangkan terendah di Kota Yogyakarta,” kata Sugeng.

Menurutnya angka ini didasarkan pada indikantor kemiskinan di tingkat kabupaten/kota. Pendapatan per kapita penduduk miskin di DIY sebesar Rp 482.767 per orang per bulan.Artinya rata-rata 1 rumah tangga miskin (RTM) di DIY memiliki 4,13 angggota rumah tangga pada Maret 2021.

Kebutuhan RTM di DIY mencapai Rp 1.993.828 per RTM. Disebutkan untuk bisa menjaga rumah tangga tidak miskin, diperlukan pendapatan sekitar Rp 2 juta per RTM setiap bulannya..

Sementara itu Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana mengatakan tingginya angka kemiskina DIY harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya selama ini DIY  terlalu banyak melihat angka dan tidak diikuti langkah nyata pengentasan kemiskinan. Karena itu harus  ada langkah nyata yang politis. (bams)

error: