Sekber IPJT Pekalongan Raya Gelar FGD, Ini Pesan Sekjen

Sekber IPJT Pekalongan Raya Gelar FGD, Ini Pesan Sekjen
Ketua IPJT Pekalongan Raya Ali Rosidin bersama Sekjen DPP IPJT. (Foto : M. Fauzi/Portal lndonesia)

BATANG – Dalam mengembangkan peran organisasi Insan Pers Jawa Tengah ( IPJT) Kabupaten Batang, Jawa Tengah menjalin sinerginitas dan soliditas anggota dan Pengurus Sekretariat Bersama taggal 17-18 Desember 2021, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang berlokasi di perkebunan Teh Pagilaran, tepatnya di Villa Alamanda , Pagilaran Kecamatan Blado Kabupaten Batang.

Kegiatan diselenggarakan selama dua hari , dalam hari pertama diisi oleh Pengurus Sekber IPJT Pusat pada Jumat dan Sabtu  (17-18/12)  diisi dari Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan.

Ketua Sekber Pekalongan Raya, Ali Rosidin pada kesempatan acara FGD mengatakan, kegiatan FGD ini adalah dalam rangka mengevaluasi kinerja Pengurus dan meningkatkan sinerginitas dan soliditas anggota Sekber IPJT Pekalongan Raya.

” Tujuan dari kegiatan FGD disamping dalam rangka meningkatkan kesolitan anggota dan mengevaluasi kinerja Pengurus juga, guna meningkatkan kerjasama antara insan Pers dengan Pemerintah setempat serta mengangkat isu-isu yang sedang hangat,” ucapnya

Lanjut Ali, bahwa kegiatan FGD juga guna mencari solusi dalam menemukan suatu permasalahan di lapangan.

“Disaat teman – teman wartawan menemukan suatu kasus di lapangan setelah kita melakukan konfirmasi dan klarifikasi maka apa yang didengar, dilihat dan fakta serta data yang akurat, maka tugas wartawan untuk tidak segan segan memuatnya dalam sebuah tulisan atau berita,” ucapnya lagi

Sementara itu Sekjen Sekber IPJT Pusat, M.Safik menyampaikan, bahwa lahirnya Sekber IPJT adalah pada saat seluruh wartawan se- Indonesia merasa gundah dan resah karena sikap Dewan Pers yang belum dapat mengakomodir wartawan dan media diluar konstituen Dewan Pers.

“Saat itu seluruh wartawan dan pemilik media mengadakan Mubes dan Kongres Pers di Jakarta, sehingga lahirlah Dewan Pers Indonesia(DPI) dan Sekber Insan Pers,” ucapnya dengan tegas.

Masih kata Safik, bahwa wartawan harus selalu berpegang pada undang-undang nomor 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik.

” Dalam menjalankan tugas seorang wartawan harus selalu berpedoman pada Undang undang 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik sehingga produk jurnalistiknya dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya

Untuk itu, wartawan jangan sampai terjebak kasus pidana seperti pemerasan, pengancaman, penipuan dan lainnya,maka seorang wartawan harus tau masalah hukum dan regulasinya sehingga tidak sampai terjebak hukum. (KJ)

error: