Salurkan Hobi, Warga Purworejo Ini Raup Jutaan dari Bougenville

Salurkan Hobi, Warga Purworejo Ini Raup Jutaan dari Bougenville
Daniel dan koleksi tanaman hias bougenville koleksinya (Fauzi/Portal Indonesia)

PURWOREJO – Siapa yang tidak tahu bunga kertas atau Bougenville yang cukup populer bagi pecinta tanaman hias. Daun bunga yang memiliki warna khas tertentu, bila di lihat bikin mata terpesona

Di sampaikan oleh Daniel R. Warga Purworejo, salah satu pencinta bunga tersebut bahwa dia memang sengaja berburu bougenville impor sejak awal pandemi 2019 lalu.

“Sebagian saya sambung sendiri, selebihnya saya biarkan asli (original), saya buat tempat khusus di samping rumah dan disini ada ratusan ID atau jenis,” katanya, Minggu ( 10/4/2022)

Diungkapkan Daniel bahwa, dulu awal-awal pandemi, banyak orang kebingungan menghadapi sosial distancing, orang tidak bisa pergi kemana-mana. Mereka yang mampu bertahan adalah para pemilik hobi, diluar rutinitas pekerjaan sehari-hari.

“Kebetulan saya memang senang bercocok tanam, saya lihat peluang kembang kertas kok bagus, akhirnya saya coba, dan sampai sekarang saya masih tekuni,” ucapnya.

Daniel berujar bahwa, menanam bougenville tidak ada ruginya. Seperti tanaman pada umumnya, ketika belum laku tetap akan tumbuh dan membesar, sejauh itu harganya juga akan semakin tinggi. Belum lagi jika telaten untuk melakukan sambung pucuk.

“Modal satu pohon harga Rp 10 juta tetap akan untung, karena tanaman ini tumbuh terus, bercabang dan bisa dibiakkan dengan sangat mudah. Ya perawatannya mudah sekali, bisa dikatakan tingkat keberhasilannya 90 persen,” bebernya

Dia mengatakan jenis bunga tersebut dipasaran sangat banyak, semua dengan sistem sambung pucuk (stek), meskipun sebagian sengaja dipertahankan original. Meskipun batangnya masih kecil

“Beberapa jenis bougenville koleksi saya diantaranya citra india, black maria, (dua jenis ini termasuk jenis lama, red) kemudian yang termasuk masih tren atau baru diantaranya citra batik strip dan saya juga punya maharani, sovia indiana dan banyak lagi,” ucapnya.

Kendala nyaris tidak ada, bahkan musim penghujan, dimana bunga kertas yang tipis itu rentan rontok dihajar hujan, tetap bisa diantisipasi dengan murah. Cukup dengan memasang atap berbahan plastik.

Penjualan juga cukup lancar, selain pembelian langsung atau offline, ia juga memasarkan produknya melalui media online. Kisaran harga dibedakan menjadi dua jenis pangsa pasar. Harga ramah dompet untuk ibu-ibu untuk kisaran ratusan ribu. Sementara kalangan kolektor dan petani harganya bisa mencapai Rp 2.5 juta per batang. (Fauzi).

error: