KhazanahPortal Jakarta

PWKI ke Vatikan, Kardinal Suharyo : Berdoalah Agar Paus Fransiskus Tetap Sehat

1492
×

PWKI ke Vatikan, Kardinal Suharyo : Berdoalah Agar Paus Fransiskus Tetap Sehat

Sebarkan artikel ini
PWKI ke Vatikan, Kardinal Suharyo : Berdoalah Agar Paus Fransiskus Tetap Sehat
Mayong dan Putut menjelaskan rencana kunjungan PWKI ke Vatikan kepada Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo (Ist)

JAKARTA – Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta Mgr Ignatius Kardinal Suharyo meminta masyarakat Indonesia mendoakan Paus Fransiskus agar tetap sehat sehingga rencana kunjungannya ke Indonesia pada 3-6 September mendatang terlaksana dengan baik dan lancar.

Permintaan agar umat Katolik di Indonesia mendoakan kesehatan Paus Fransiskus disampaikan saat menerima kedatangan pengurus Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) di kediaman Jakarta, Rabu (10/4/2024). Hadir dalam pertemuan itu, Mayong Suryo Laksono dan AM Putut Prabantoro (Dewan Pembina), Algooth Putranto (Bidang Komunikasi Antar Lembaga), dan Gora Kunjana (Sekretaris) serta mitra PWKI Augustinus “Didik” Dwinarmiyadi.  PWKI hadir dalam rangka pamitan sebelum bertolak ke Vatikan pada pekan ini.

Kepada Kardinal Suharyo, Mayong Suryo Laksono   menjelaskan kunjungan PWKI ke Vatikan merupakan yang kedua kali. Kunjungan pertama pada November 2022.

Dalam kesempatan itu PWKI bertemu dengan Paus Fransiskus, Sekretaris Negara Pietro Parolin dan  Presiden Dikasteri Hubungan AntarAgama Kardinal Miguel Ayuso. PWKI  juga bertemu dengan media-media Vatikan.

Menurut Mayong, kunjungan PWKI kali ini merupakan lanjutan dari upaya kerja sama dengan media Vatikan yang sudah dirintis sejak dua tahun lalu. “Jadi kunjungan kami ke sana tidak ada kaitannya dengan rencana kunjungan Paus ke Indonesia. Hanya kebetulan, momennya bersentuhan,“ tutur Mayong.

Sementara itu, Putut Prabantoro, yang merupakan pendiri PWKI menambahkan,  dalam kunjungan kali ini  diharapkan meningkat ke tahap berikutnya yang lebih konkret.

Kepada Kardinal Suharyo dilaporkan juga, kerja sama antara PWKI dan media di Vatikan  mendapat dukungan dari Dubes RI untuk Tahta Suci (Vatikan) Trias Kuncahyono.

Sebelum Dubes Trias berangkat tugas ke Vatikan, PWKI sudah menyampaikan dua hal penting terkait Indonesia, yakni misionaris dan media. PWKI mendukung informasi yang berhubungan dengan perdamaian, hubungan antaragama, toleransi, keberagaman, budaya dan lingkungan hidup. “Value ini sama dengan media-media Vatikan,” tuturnya.

Karena itu diharapkan, bahasa Indonesia dapat menjadi salah satu bahasa yang digunakan di media Vatikan, yang multi lingual. Selain itu, Gereja Katolik Indonesia mulai mengambil peran dalam misi Gereja Katolik Dunia. Indonesia merupakan negara pengirim para misionaris terbesar di dunia. Dan, hal ini diaku oleh Paus Fransiskus.

PWKI ke Vatikan, Kardinal Suharyo : Berdoalah Agar Paus Fransiskus Tetap Sehat

Mendukung

Menanggapi penjelasan tersebut, Kardinal mendukung penuh niat positif PWKI dan berharap misi dan tujuan PWKI ke depan dapat terwujud. “Saya kira bagus itu jika bisa dilaksanakan,” kata Suharyo.

Soal ide media,  itu dinilai sangat penting. “Mungkin nanti akan saya sampaikan juga ke KWI, ada orang khusus yang ditunjuk mengamati kejadian penting terkait Gereja Indonesia yang perlu diberitakan oleh media luar,” katanya.

Kardinal Suharyo mengatakan ada tiga hal penting terkait kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia. Pertama, kunjungan nantinya bukan acara yang mendadak. Akan tetapi sudah direncanakan sejak tahun 2020.  “Dan kita waktu itu sudah siap. Jadi ini bukan sesuatu yang baru, tapi kita memperbarui rencana yang belum terlaksana,” jelasnya.

Yang kedua, lanjutnya, selain ke Indonesia, Paus juga akan mengunjungi Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura, mungkin juga ke Vietnam. “Ini merupakan perjalanan Paus terjauh ke 4-5 negara,  dan pertama dalam sejarah. Biasanya, Paus hanya mengunjungi satu atau dua negara, lalu kembali ke Vatikan.

Sedangkan yang ketiga, sambung Kardinal Suharyo, bagus untuk Gereja Katolik. “Mengenai sejarah hubungan diplomatik antara Vatikan dan Indonesia. Itukan bagus. Saya kira sangat bagus untuk digali,” katanya.

Jadi kehadiran secara fisik Paus sangat berarti, mustinya lebih jauh daripada itu. Sehingga doa bagi kesehatan Paus sangatlah penting.

Orang nomor satu di Keuskupan Agung Jakarta ini menambahkan yang perlu digali sebaik-baiknya soal dua dokumen atau gagasan besar dari Paus Fransiskus yakni Laudato Si’ (Lingkungan Hidup) dan Fratelli Tutti (Persaudaraan Sejati).

“Jauh lebih penting memperkenalkan pikiran-pikirannya,” katanya.

“Jangan fokus pada kedatanganya semata, namun jauh lebih penting pesan-pesan beliau”.

Secara periodik bisa disampaikan pesannya mengenai kemanusiaan apa, kenapa beliau berpihak kepada pengungsi, perhatian kepada perdagangan orang, lintasiman terkait dokumen Abu Dhabi, lingkungan alam terkait Laudato Si’ dan sebagainya.

Kardinal  mendukung rencana PWKI terkait dengan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia 3-6 September 2024.

Putut  dalam pertemuan tersebut menyampaikan rencana sejumlah liputan “pemanasan” menjelang kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia. Selain mendukung, Kardinal Suharyo juga meminta PWKI untuk berkordinasi dengan panitia yang telah dibentuk oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). (bams)