Kesepakatan ini tercapai setelah dialog antara sopir truk, kepala desa, dan pihak PT MANDELA. Senin (1/7/2024).

Yusep Arisandi, koordinator armada, mengungkapkan rasa syukurnya atas kebijakan baru ini. “Alhamdulillah, akhirnya PT MANDELA memberikan kesempatan kepada kami untuk kembali bekerja,” kata Yusep. “Hal ini sangat berarti bagi kami dan keluarga kami.”

Yusep memastikan para sopir siap bekerja sama dengan profesional dan bertanggung jawab. “Kami ingin menunjukkan kepada PT MANDELA bahwa kami mampu memberikan pelayanan yang terbaik,” kata Yusep.

Kepala Desa Gunung Malang, Sutikno, pun menyambut baik kebijakan ini. “Kami sangat senang dengan kebijakan ini,” kata Sutikno. “Hal ini akan membantu perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

Sutikno berharap kerjasama ini dapat berjalan lancar dan saling menguntungkan. “Kami berharap agar kerjasama ini dapat terus berlanjut dan berkembang di masa mendatang,” kata Sutikno.

Kebijakan baru PT MANDELA ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Desa Gunung Malang. Para pengemudi truk akan kembali mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Hal ini juga akan berdampak positif pada usaha kecil lainnya di desa, seperti bengkel dan warung makan.

“Kebijakan ini akan membantu meningkatkan perekonomian desa,” kata Sutikno. “Kami berharap agar desa kami dapat menjadi desa yang mandiri dan sejahtera.”

Kerjasama antara PT MANDELA dan para sopir truk di Desa Gunung Malang ini merupakan contoh yang baik dari bagaimana perusahaan dan masyarakat dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini menunjukkan bahwa dengan dialog dan komitmen yang kuat, semua masalah dapat diselesaikan.

Baca Juga:  Proyek Siluman di Desa Ketah, Bangunan Tanpa Papan Informasi Diduga Berdiri di Atas Tanah Kas Desa

“Kami berharap agar kerjasama ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain di Situbondo,” kata Sutikno. “Mari kita bersama-sama membangun Situbondo yang lebih baik dan sejahtera.”

Pernyataan PT MANDELA:

Rivaldi, perwakilan PT MANDELA, dalam pernyataan berita acara tersebut, menyampaikan beberapa poin kesepakatan:

  1. PT MANDELA Siap mengambil PO sendiri terkait armada Bumdes Nangger Mandiri.
  2. PT MANDELA Siap memperkerjakan armada Bumdes Nangger Mandiri/Lokal.
  3. Armada Bumdes Nangger Mandiri/Lokal minimal memuat 7 M³ per rit dengan ongkos gendong Rp 130.000,-.
  4. Armada harus menjaga kondusifitas di area penambangan dan pembongkaran.
  5. Khusus armada Bumdes, tidak ada batasan jumlah armada dan ritase setiap harinya.