Portal Sumsel

Proyek Peningkatan Jalan Desa Rp6,7 M di Pali Sudah Retak dan Belah

20
×

Proyek Peningkatan Jalan Desa Rp6,7 M di Pali Sudah Retak dan Belah

Sebarkan artikel ini
Proyek Peningkatan Jalan Desa Rp6,7 M di Pali Sudah Retak dan Belah
Kondisi proyek kegiatan peningkatan jalan desa Harapan Jaya - Lunas Jaya - Sukaraja, di Kabupaten Penukal Abab Pematang Ilir (Pali).

PALI SUMSEL. portal-indonesia.com – Proyek pembangunan peningkatan jalan desa Harapan Jaya – Lunas Jaya – Sukaraja, di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), hingga saat ini pengerjaannya masih belum selesai, Selasa (2/4/3023).

Di lokasi, terlihat papan proyek telah terpasang. Pada papan proyek terlihat tulisan Pemerintah Kabupaten Pali Dinas Pekerjaan Umum.

Pada papan proyek juga terlihat tulisan kegiatan Peningkatan Jalan Desa Harapan Jaya – Lunas Jaya – Sukaraja, dengan jumlah anggaran sebesar Rp6.709.876.808,53,- yang bersumber dari APBD Kabupaten Pali TA. 2023. Sedangkan pelaksananya adalah CV Mikha Karya dengan masa pekerjaan selama 180 hari kalender.

Di lokasi, juga terlihat pengerjaan dibeberapa titik jalan yang rusak dilakukan pengecoran beton.

Sayangnya, pada bagian cor beton itu sudah mengalami retak-retak dan belah.

Proyek Peningkatan Jalan Desa Rp6,7 M di Pali Sudah Retak dan Belah
Kondisi cor beton yang retak dan belah.

Setelah dilihat secara lebih dekat, cor beton pada bagian atas aspal yang rusak dan diperbaiki secara tambal sulam itu setelah diukur ketebalannya bervariasi. Ketebalan cor beton yang telah diukur, diantaranya setebal 18 cm.

Sementara di sejumlah titik lainnya terlihat kondisi jalan yang rusak berlubang. Kondisi jalan seperti ini membuat para pengguna jalan mengeluh dan kecewa.

“Proyek ini nilai anggarannya sangat fantastis, tapi cor betonnya kok sudah ada yang retak dan belah. Belum lagi di sejumlah titik lainnya rusak berlubang. Tentu saya kecewa, dan harus ekstra hati-hati saat melintas karena berpotensi terjadi kecelakaan,” ungkap salah satu pengendara sepeda motor kepada wartawan yang saat itu sedang melakukan pantauan di lokasi.

Bentuk kekecewaan juga disampaikan Hendro Saputra SH, salah satu tokoh pemuda Desa Harapan Jaya.

Bahkan, aktivis ini mengaku geram. Sebab, selain terkesan tidak memperhatikan keselamatan warga pengguna jalan, hasil pengerjaan proyek peningkatan jalan Harapan Jaya – Lunas Jaya – Sukaraja yang belum selesai itu sudah mengalami retak dan belah pada bagian cor betonnya.

“Terkesan tidak memperhatikan keselamatan warga pengguna jalan, dibeberapa titik yang belum terselesaikan tidak dipasang rambu rambu himbauan atau pemberitahuan. Selain itu, kualitas bangunan dibeberapa titik juga sangat buruk karena masih tahapan pengerjaan saja sudah retak-retak dan belah,” ungkap tokoh pemuda yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Rebuplik Indonesia (GNPK RI) Kabupaten Pali ini.

Tidak hanya itu yang disampaikan Hendro Saputra. Dia juga menilai perencanaan proyek kurang matang dan lemahnya pengawasan dari pihak dinas terkait.

“Untuk itu saya minta pihak PUPR selaku penyedia pekerjaan agar turun kelapangan untuk menegur dan memberikan sangsi kepada pihak pelaksana proyek. Dan jika nanti ditemukan ada indikasi korupsi, maka kami akan membuat laporan pengaduan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dan Badan Pengawas Keuangan (BPK) melalui GNPK RI Kabupaten Pali,” ucapnya.

Sementara itu, PN warga setempat menilai pekerjaan proyek yang dilaksanakan oleh CV itu terburu-buru tanpa memperhatikan kualitasnya.

“Terkesan mau cepat-cepat selesai, hanya melakukan profil sedikit-sedikit langsung cor,” ungkap PN.

Untuk berimbangnya berita, pihak CV Mikha Karya telah dihubungi wartawan media ini sejak beberapa hari lalu. Namun hingga berita ini dimuat, pihak CV Mikha Karya masih belum memberikan keterangan.(Lidian Heri)