Portal Jatim

Prajurit Yonzipur 10/JP/2 Kostrad Cepat Tanggap Evakuasi Warga dari Kepungan Banjir Sungai Welang

473
×

Prajurit Yonzipur 10/JP/2 Kostrad Cepat Tanggap Evakuasi Warga dari Kepungan Banjir Sungai Welang

Sebarkan artikel ini
Prajurit Yonzipur 10/JP/2 Kostrad Cepat Tanggap Evakuasi Warga dari Kepungan Banjir Sungai Welang
Sejumlah anggota dari Yonzipur 10 berjuang melawan arus, mengevakuasi warga dari dalam rumah

PASURUAN — Hujan deras semalaman membuat beberapa sungai di kota dan kabupaten Pasuruan diantaranya sungai Welang meluap dan menenggelamkan ratusan rumah di beberapa desa atau kelurahan terutama yang paling parah di wilayah kecamatan Kraton kabupaten Pasuruan dan Gadingrejo, kota Pasuruan, Selasa (9/4) pagi.

Bukan hanya permukiman warga digenangi air setinggi dada orang dewasa, bahkan luapan air sungai Welang juga menutup akses jalan di jalur utama Pantura Surabaya-Probolinggo hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Peduli atas kondisi tersebut, tampak puluhan prajurit dari Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 10/JP/2 Kostrad turun ke lokasi banjir dan ikut membantu melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.

“Mendengar kabar berita tersebut Prajurit Batalyon Zeni tempur 10/JP/2 Kostrad langsung bergerak cepat dipimpin oleh Lettu Czi Nickodexkyanto beserta 50 prajurit menuju lokasi banjir”, kata DanYonzipur 10/JP/2 Kostrad, Letnan Kolonel Czi Ali Isnaini S.E,.M.Han.

Selain itu, prajurit YonZipur 10/JP juga menggelar perahu karet yang sudah dibawa dan bergabung bersama dengan BPBD, Polri serta relawan Pasuruan untuk melaksanakan evakuasi bersama terhadap warga yang terjebak banjir terutama di rumah – rumah.

Prajurit Yonzipur 10/JP/2 Kostrad Cepat Tanggap Evakuasi Warga dari Kepungan Banjir Sungai Welang
Patroli petugas gabungan, untuk mencari warga yang masih terisolir banjir

“Prajurit Batalyon Zeni Tempur 10/JP/2 Kostrad memberikan kontribusi positif bagi masyarakat yang terkena musibah, dan semoga dengan adanya perbantuan ini dapat mempermudah evaluasi masyarakat yang terjebak Banjir”, pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, kondisi air banjir belum juga mengalami penurunan debit sehingga aktifitas warga menjadi lumpuh. Ditambah momennya menjelang lebaran, tentu kondisi tersebut menambah derita yang dialami warga terdampak. (Eko)