Peristiwa Daerah

PPP Bondowoso Ultimatum Ketua DPRD Ahmad Dhafir Segera Minta Maaf

91
×

PPP Bondowoso Ultimatum Ketua DPRD Ahmad Dhafir Segera Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
PPP Bondowoso Ultimatum Ketua DPRD Ahmad Dhafir Segera Minta Maaf

PORTAL-INDONESIA|BONDOWOSO – Dewan Pemimpin Cabang (DPC) PPP Bondowoso sebagai partai pengusung Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengultimatum Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir untuk segera minta maaf.

Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris DPC PPP Bondowoso Sahlawi Zein dalam press release, Kamis (10/3/2022) malam.

Scroll kebawah untuk lihat konten

Adanya desakan untuk meminta maaf tersebut merupakan buntut dari pidato Ahmad Dhafir yang mengutip pernyataan Wakil Bupati Bondowoso bahwa di Bondowoso ada jual beli jabatan. Hal itu dinilai pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong terhadap Pemkab Bondowoso.

Sebagaimana viral di media sosial terkait pernyataan Ahmad Dhafir yang menuduh Pemkab Bondowoso telah melakukan tindak pidana korupsi, jual beli jabatan dan semacamnya dan pernyataan tersebut menjadi konsumsi masyarakat.

Pernyataan pria yang juga Ketua DPC PKB itu diketahui dari potongan video berdurasi 2 menit 23 detik.

“Pemilik rumah itu lebih tahu isi rumah. Bupati dan Wakil Bupati itu suami istri, orang dapur. Kalau istri saja ngomong Bondowoso ini marak jual beli jabatan, berarti kan betul,” kata Ahmad Dhafir sebagaimana disitir dalam video.

Ahmad Dhafir, dalam video tersebut mangaku bahwa dirinya bahkan mengantongi rekaman transaksi, dan yang membayar pun cerita padanya.

“Suatu ketika saya telpon Pak Wabup, Pak Wabup mohon maaf saya menyampaikan di forum-forum, statement sampean di media sosial, media cetak katanya Bondowoso marak jual beli jabatan. Oh tidak Pak Ketua, tidak betul itu, tidak ada jual beli jabatan. Yang ada itu jual, tak pernah beli. Ini pernyataan wakil bupati, dan tidak salah kalau saya menanyakan,” tuturnya seperti dikutip sari video..

Sekretaris Jenderal DPC PPP Bondowoso, Sahlawi Zein mengatakan pihaknya sebagai partai pengusung pasangan Bupati dan Wabup Bondowoso meminta Ahmad Dhafir untuk menarik ucapannya dan meminta maaf kepada pemerintah kabupaten Bondowoso lebih tepatnya Bupati Bondowoso atas tuduhannya tersebut.

“Jika dalam waktu 2×24 jam tidak ada jawaban, maka kami akan siapkan langkah hukum sesuai UU no 11 2008 terkait ITE ,” katanya saat release di Kantor DPC PPP, Rabu (9/3/2022) malam.

Sahlawi meminta agar permintaan maaf tersebut juga disampaikan secara terbuka melalui media elektronik sebagaimana tuduhan yang disampaikan yang bersangkutan.

Di tempat yang sama, Kuasa Hukum DPC PPP Bondowoso, Husnus Sidqi mengatakan bahwa dirinya ditunjuk oleh partai untuk mendampingi ketika yang bersangkutan tidak melakukan pencabutan dan permintaan maaf.

” Kita akan melaporkan pencemaran nama baik dan berita bohong, bahwa pemerintah tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan, ketika dia menuduh kan harus bisa membuktikan, kalau memang itu benar ya laporkan saja,” pungkasnya. (sb)