PPKM Jilid II, Alun-alun dan 9 Taman di Sidoarjo Ditutup Sementara

PPKM Jilid II, Alun-alun dan 9 Taman di Sidoarjo Ditutup Sementara

Pj. Bupati Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa bersama Kadinkes dan Dandim 0816 Sidoarjo. (Ist)

SIDOARJO|portal-indonesia.com – Penerapan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Jilid II di Kabupaten Sidoarjo berlangsung mulai tanggal 26 Januari – 8 Februari 2021. Dalam pelaksanaan PPKM Jilid II kali ini, akan lebih diperketat dibanding PPKM jilid I.

Mulai Rabu (27/1/2021), Pemkab Sidoarjo akan menutup Alun-alun dan 9 Taman serta tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Termasuk tempat hiburan malam tidak boleh buka. Penutupan dilakukan sampai tanggal 8 Februari 2021.

Sementara itu Pemkab Sidoarjo juga akan memperketat Operasi Yustisi, terutama di perbatasan wilayah Sidoarjo.

Kebijakan ini menurut Cak Hud sapaan akrab Hudiyono Pj Bupati Sidoarjo, terpaksa dilakukan sesuai hasil rapat evaluasi dengan Gubernur Jatim.

Berdasarkan rapat evaluasi tersebut, bahwa penyebaran Covid-19 dinilai masih tinggi dan data kematian pasien Covid di rumah sakit juga tinggi. Data sementara, pasien covid yang dirawat di IGD dengan jumlah kasus meninggal mencapai 10 persen.

“Jumlah kematian meningkat 10 persen terhadap pasien covid-19 yang dirawat di IGD. Pasien ini (yang meninggal) menunggu antrian kamar isolasi karena sudah overload”, ungkap Cak Hud.

Terkait penutupan Alun-alun dan 9 Taman serta tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan hingga 8 Februari 2021, Cak Hud minta minta maaf ke warga Sidoarjo karena terpaksa harus menutup fasilitas publik tersebut. Seperti alun-alun yang menjadi tempat kerumunan masyarakat.

Selain alun-alun, sejumlah taman yang dikelola pemkab Sidoarjo seperti taman Abhirama, Taman Tanjung Puri, Taman Dwarakerta dan Taman Apkasi Porong juga ikut ditutup.

“Kami mohon maaf pada masyarakat dan pedagang kecil ya karena mulai besok Alun-alun dan tempat jualan disepanjang jalan Taman Pinang serta Gading Fajar juga akan ditutup sementara sampai tanggal 8 Februari 2021”, terang Cak Hud usai mengikuti rakor evaluasi PPKM dengan Gubernur Jatim via zoom. Selasa (26/1/2021).

Sementara itu, Dandim 0816 Letkol. Inf. M. Iswan Nusi pihaknya bersama dengan Polisi dan Pol PP akan lebih meningkatkan Operasi Yustisi gabungan. Terutama di wilayah perbatasan Sidoarjo, seperti jalan akses masuk dari Mojokerto, Gresik dan Surabaya.

“PPKM jilid 2 ini akan lebih kita masifkan Operasi Yustisi, terutama di wilayah perbatasan. Tempat hiburan malam juga harus tutup”, tegas Iswan Nusi usai mengikuti rapat evaluasi bersama PJ Bupati Sidoarjo.

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan

error: