Portal DIY

Pondok Pemulihan Sahabat Moyudan Sleman Bangun Gedung Rehabilitasi ODGJ

20
×

Pondok Pemulihan Sahabat Moyudan Sleman Bangun Gedung Rehabilitasi ODGJ

Sebarkan artikel ini
Pondok Pemulihan Sahabat Moyudan Sleman Bangun Gedung Rehabilitasi ODGJ
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo tanda tangani prasasti (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Keinginan Yayasan Pondok Pemulihan Sahabat untuk membangun gedung yang akan difungsikan untuk rehabilitasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) akhirnya dapat terwujud. Gedung baru yang dibangun di Padukuhan Gamplong, Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabutan Sleman tersebut, diresmikan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, Kamis, (22/6/2023).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, disaksikan oleh para pejabat dinas terkait pemkab Sleman dan para pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkompimkap) Moyudan.

Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut ketua panitia pembangunan gedung Pondok Pemulihan Sahabat, Jordan Nalle S.Spi., Yayasan Pondok Pemulihan Sahabat berdiri tahun 2014, dengan menyewa rumah yang berlokasi di wilayah Kalurahan Sidomoyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman.

Kemudian, tahun 2019 Pondok Pemulihan Sahabat membeli tanah seluas 600 meter persegi di Padukuhan Gamplong yang kemudian didirikan bantgunan dan saat ini diresmikan.

Meski masih tergolong baru, namun pasienya tergolong banyak. “Saat ini saja, pasiennya ada 50 orang, terdiri dari 21 putra dan 29 putri,” jelas Jordan Nalle.

Dalam sambutannya, Kustini Sri Purnomo mengapresiasi kiprah yayasan Pondok Pemulihan Sahabat yang telah membantu pemerintah dalam menangani masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan. Diharapkan dengan adanya fasilitas gedung baru ini, dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Pondok Pemulihan Sahabat Moyudan Sleman Bangun Gedung Rehabilitasi ODGJ
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo tinjau bangunan gedung Pondok Pemulihan Sahabat (Brd/Portal Indonesia)

“Ini adalah bentuk kerjasama dan kolaborasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah dalam menangani permasalahan kesehatan jiwa di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Lebih lanjut Kustini mengatakan bahwa Pemkab Sleman juga berkomitmen untuk penanganan permasalahan kesehatan jiwa di Kabupaten Sleman. Salah satunya dengan inovasi Mata Hati yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Mata Hati merupakan program pelayanan kesehatan jiwa yang terintegrasi dalam pelayanan kesehatan dasar.

“Ini sesuai dengan misi Bupati Sleman dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau,” imbuhnya.

Selain itu, di Kabupaten Sleman telah ada 25 Puskesmas yang telah menyediakan psikolog yang siap memberikan layanan kesehatan jiwa kepada masyarakat.

Hal ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman guna mendekatkan layanan kesehatan jiwa kepada masyarakat yang membutuhkan. (Brd)