Hukum & KriminalPortal DIY

Polresta Sleman Ungkap Kasus Pembobolan Konter Handphone di Godean

3266
×

Polresta Sleman Ungkap Kasus Pembobolan Konter Handphone di Godean

Sebarkan artikel ini
Polresta Sleman Ungkap Kasus Pembobolan Konter Handphone di Godean
Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Risky Adrian bersama para pelaku pembobol konter HP (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Tiga dari empat orang 4 pelaku pembobolan konter handphone berhasil diungkap Polresta Sleman. Meski begitu, polisi masih memburu 1 pelaku lagi dari kawanan tersebut.

Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Risky Adrian mengatakan, selain menangkap 3 pelaku pencurian, pihaknya juga menangkap satu pelaku penadah atas kasus tersebut.

Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan barang bukti handphone sebanyak 266 unit, serta sejumlah alat yang diduga untuk membobol konter yang antara lain berupa 1 buah linggis, 1 buat bor listrik, 1 buah gerinda listrik, 1 buah bor manual, 1 buah tang potong.

“Tiga pelaku yang diamankan yaitu, JM, laki-laki usia 46 tahun warga Tangerang, Banten, IK, laki-laki usia 45 tahun warga Bogor dan MR, laki-laki usia 41 tahun. Satu orang pelaku yang DPO yakni BU. Untuk penadahnya berinisial IR, perempuan berusia 45 tahun warga Bogor, Jawa Barat,” jelasnya saat kepada para awak media di Mapolresta Sleman, Kamis (14/3/2024).

Menurut Risky pengungkapan tersebut, berawal dari diketahuinya sebuah toko di wilayah Godean Sleman telah kehilangan sebanyak kurang lebih 266 handphone berbagai macam jenis. Jika di kalkulasi sekitar Rp 600 jutaan.

Setelah itu, polisi mendatangi lokasi kejadian dan mengetahui bahwa podus kejahatan dilakukan pelaku dengan cara menjebol dinding dan membongkar brangkas.

Setelah melakukan olah TKP, lanjut Risky, aparat menemukan beberapa barang bukti dan alat bukti serta mengamankan CCTV. Tetapi DVR dari cctv semua dicabut dan dibuang oleh pelaku.

“Dari informasi yang kita terima ternyata telah terjadi transaksi jual beli handphone dalam jumlah banyak di daerah Bogor, Jawa Barat. Mendapat informasi itu, kami langsung mendatanginya. Kurang lebih 5 hari setelah kejadian kita berhasil mengungkap kasus tersebut,” lanjutnya.

Berdasarkan keterangan para pelaku, polisi berhasil mengetahui cara pelaku menjebol dinding dan membongkar brangkas, yaitu dengan menggunakan linggis, bor manual dan gerinda untuk menjebol brangkas itu. Mereka membagi tugas sehingga dalam melakukan aksinya cepat.

“Dari penangkapan itu, dua orang pelaku mencoba melarikan diri sehingga kami harus mengambil tindakan tegas. Dua pelaku itu yakni JM dan IK,” pungkasnya. (Brd)