Peristiwa Daerah

Polres Situbondo Siap Hadapi Pemungutan Suara di TPS, Memastikan Proses Demokrasi Berjalan Lancar

19
×

Polres Situbondo Siap Hadapi Pemungutan Suara di TPS, Memastikan Proses Demokrasi Berjalan Lancar

Sebarkan artikel ini
Polres Situbondo Siap Hadapi Pemungutan Suara di TPS, Memastikan Proses Demokrasi Berjalan Lancar
Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H, S.I.K, M.H

SITUBONDOPolres Situbondo Polda Jatim telah melakukan pemetaan terhadap tempat pemungutan suara (TPS) yang dianggap rawan dalam Pemilu Serentak nanti. Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H, S.I.K, M.H mengklasifikasikan TPS menjadi tiga kategori: kurang rawan, rawan, dan sangat rawan.

“Dalam wilayah Situbondo, tidak ada TPS yang tergolong sangat rawan. Yang ada hanya TPS yang dianggap rawan,” ujar Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, pada Jum’at (9/2/2024).

Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, menyebutkan bahwa terdapat 45 TPS yang termasuk dalam kategori rawan. TPS-TPS tersebut terdiri dari 39 TPS yang dikategorikan sebagai TPS khusus, dan 6 TPS dengan medan yang ekstrem, salah satunya di Dusun Merak, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih.

“Ada 39 TPS yang termasuk dalam kategori TPS khusus. Sementara sisanya dianggap rawan karena medannya sulit. TPS-TPS ini akan mendapatkan pengamanan khusus,” ungkapnya.

Pengamanan khusus untuk TPS-TPS tersebut akan dilakukan oleh anggota Polres bersama dengan Kodim 0823, Satpol PP, dan petugas dari Dinas Perhubungan. Jumlah personel yang akan ditempatkan di TPS-TPS tersebut lebih banyak dibandingkan dengan TPS biasa.

“Nanti kami akan mencari formulasi pengamanan terbaik. Biasanya, jika ada potensi kerawanan, satu polisi akan mengamankan 10 TPS. Namun, jika TPS tersebut tidak rawan, satu polisi bisa mengamankan hingga 20 TPS,” tambahnya.

Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, menegaskan bahwa di Situbondo tidak ada TPS yang rawan konflik. Berdasarkan informasi dari intelijen, Situbondo saat ini aman dan kondusif. Beliau berharap kondusivitas tersebut dapat terjaga hingga Pemilu Serentak usai.

“Insya Allah, di Situbondo tidak ada TPS yang rawan konflik. Meskipun masyarakat memiliki pilihan yang berbeda, mereka selalu hidup rukun,” tegasnya.

Kapolres juga mengajak masyarakat pemilih untuk menggunakan hak suara mereka pada tanggal 14 Februari 2024, dengan harapan partisipasi masyarakat meningkat. Menurutnya, setiap suara sangat menentukan masa depan negara Indonesia.

“Kami akan mengadakan lomba selfie dan cerita pendek, dengan berbagi pengalaman saat memberikan hak suara. Semoga hal ini dapat memotivasi masyarakat untuk membanjiri TPS dan menggunakan hak pilihnya. Karena satu suara dapat menentukan masa depan negara Indonesia,” harapnya.