Nasional

Polemik Pesantren Al Zaytun, MUI Indramayu Tegaskan Ajarannya Tidak Sesuai Syariat Islam

14
×

Polemik Pesantren Al Zaytun, MUI Indramayu Tegaskan Ajarannya Tidak Sesuai Syariat Islam

Sebarkan artikel ini
Polemik Pesantren Al Zaytun, MUI Indramayu Tegaskan Ajarannya Tidak Sesuai Syariat Islam

INDRAMAYU – Pesantren Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah warga melakukan aksi demo di depan pesantren.

Massa meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusut dugaan aliran sesat di lingkungan Pesantren Al Zaytun.

Scroll kebawah untuk lihat konten

Menanggapi hal tersebut, MUI Indramayu secara tegas menyatakan bahwa ajaran di Pesantren Al-Zaytun sangat menyimpang.

Warga juga diminta MUI untuk tidak mengikuti pendidikan di Pesantren Al-Zaytun.

Hal itu disampaikan Ketua MUI Indramayu KH M Syatori melalui rekaman video yang diterima , Jumat (16/6/2023).

KH M Syatori mengatakan bahwa syariat Islam yang diajarkan di Pesantren Al-Zaytun sangat berbeda dengan umat Islam pada umumnya.

“Mulai dari shalatnya, puasanya, hingga hajinya,” ungkapnya.

Padahal, kata KH M Syatori, sesuai ajaran di Pesantren Al-Zaytun, menunaikan ibadah haji tidak harus ke Mekkah dan Madinah, melainkan hanya di Indonesia. Bahkan menjadi viral di media sosial.

Mereka bahkan menyamakan tanah Indonesia adalah tanah suci.

“Ini sangat tidak sesuai dengan hukum Islam pada umumnya,” ujarnya.

Dalam hal ini, MUI juga meminta masyarakat Indramayu khususnya untuk tidak mengikuti pendidikan di pondok pesantren setempat.

Pasalnya, mulai dari akidah hingga perspektif ibadah yang dilakukan Pesantren Al-Zaytun sangat berbeda.

Hal ini untuk menghindari perselisihan dengan keluarga atau lingkungan setempat.

“Indramayu adalah daerah yang tenang, jangan sampai diwarnai oleh hal-hal yang tidak berarti,” ujarnya.

Selain itu, MUI Indramayu juga meminta pemerintah daerah turun tangan.

Apalagi polemik yang terjadi di Pesantren Al-Zaytun sangat meresahkan dan membuat gaduh masyarakat.

Persoalan Pesantren Al-Zaytun bahkan menjadi sorotan nasional.

“Oleh karena itu, kami sangat berharap untuk meminta pemerintah segera menyelesaikan kerusuhan, keributan yang terjadi,” ujarnya.