Polda DIY Bongkar Penyalahgunaan BBM Subsidi

Polda DIY Bongkar Penyalahgunaan BBM Subsidi
Dua tersangka beserta barang bukti diamankan Polda DIY (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY berhasil membongkar penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar. Dalam kasus tersebut aparat berhasil membekuk dua orang tersangka, yakni HY (37) dan UN (40) warga Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Wakil Direktur Reskrimsus Polda DIY AKBP FX Endriadi kedua pelaku ditangkap saat melintas masuk ke Yogyakarta, tepatnya di Jalan lingkar barat tepatnya di wilayah Kapanewon Gamping .
“Kami mengamankan tersangka penyalahgunaan, pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah yaitu berupa bio solar,” kata Endri di Mapolda DIY, Kamis (30/6/2022).

Dijelaskan Endri, terbomngkarnya kasus ini bermula saat personel Subdit IV/Tipidter mendapatkan informasi adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah Yogyakarta dengan menggunakan mobil truk yang dimodifikasi. Dari informasi tersebut Petugas kemudian berhasil mengamankan truk tersebut saat melintas di sekitar Pelemgurih, Gamping, Sleman pada 31 Mei 2022 lalu.

Saat dicek, truk diketahui telah dimodifikasi dengan tangki besi berkapasitas 5.000 liter pada bagian dalam bak truk. “Barang bukti yang kita amankan saat kejadian yaitu 2.900 liter BBM jenis solar, alat komunikasi dan uang tunai sebesar Rp 11.700.000,” terangnya.

Modus operandinya, lanjut Endri, pelaku membeli bahan bakar minyak bersubsidi jenis bio solar dari beberapa SPBU di wilayah Jawa Tengah. Mereka mendatangi SPBU dan membeli sesuai batas maksimal yang diperbolehkan.

” BBM berjenis solar tadi dari tangki disedot kemudian disalurkan ke dalam tangki besi yang berkapasitas 5.000 liter yang ada di bak truk tersebut. Untuk mengelabuhi petugas, tangki dalam bak truk tersebut ditutupi terpal supaya tidak terlihat,” ujar Endri.

Sementara Kepala Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda DIY AKBP Rianto mengatakan, untuk mengisi penuh tangki 5.000 liter, para tersangka mengumpulkan solar bersubsidi dengan berkeliling ke banyak SPBU.

“Untuk bisa memenuhi tangki yang kapasitasnya 5.000 liter tersebut, memerlukan waktu antara dua hingga tiga hari. Jadi mereka berkeliling berkelana setiap ada pom bensin yang jualan solar dia langsung membeli yang banyaknya sesuai aturan di SPBU itu. Kalau maksimalnya Rp 200 ribu ya dia membeli Rp 200 ribu aja,” kata Rianto.

Sedang menurut Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto, para pelaku ini sudah beraksi sekitar 6 bulan yang lalu.
Tersangka HY membeli solar subsidi di SPBU seharga Rp 5.150 per liter, kemudian disetorkan kepada UN seharga Rp 5.800/ liter, yang kemudian solar tersebut oleh UN dijual antara Rp 6.600 atau Rp6.700 per liter, sehingga keuntunganya juga lumayan.

Para tersangka akan dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana diubah berdasarkan ketentuan Pasal 40 angka 9 Undang-Undnag Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 54 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun serta denda paling tinggi Rp 60 miliar. (Brd)

error: