Polda DIY Amankan 5 Pelaku yang Tewaskan Pelajar

Polda DIY Amankan 5 Pelaku yang Tewaskan Pelajar
Para pelaku yang menewaskan pelajar dihadirkan dalam Konferensi pers di Polda DIY (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Aparat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda DIY akhirnya berhasil menangkap 5 orang tersangka pelaku penganiayaan hingga tewas terhadap seorang pelajar berinisial DAA (18).

Dari hasil penyelidikan kelima pelaku merupakan anggota geng sekolah dengan inisial M.

Kelima pelaku yang berhasil ditangkap polisi tersebut adalah FAS (18) warga Bantul, AMH (19) warga Sleman, MMA (20) warga Bantul, HAA (20) warga Bantul, dan RS (18) warga Yogyakarta yang berperan sebagai eksekutor. FAS dan RS diketahui masih berstatus pelajar sekolah.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, kelima pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing pada Sabtu, 9 April 2022, dan kini mereka diamankan di mapolda DIY.

“Ketika dilakukan penangkapan, ada yang baru pulang dari bermain, dan ada yang sedang tidur-tiduran. Penangkapan berjalan lancar dan tidsak ada yang melakukan perlawanan,” ujar Ade.

Mantan Kapolresta Tangerang itu menjelaskan bahwa kelima pelaku tersebut bukan anggota klitih seperti info yang tersebar belakangan ini . Melainkan merupakan tawuran antara dua kelompok yang dipicu adanya saling ketersinggungan.

“Kami garis bawahi faktanya memang tawuran antara dua kelompok dengan motif saling ketersinggungan, ejek-ejekan, memberi isyarat untuk saling menantang, mengeluarkan kata-kata makian, hingga akhirnya terjadi kejar-kejaran yang mengakibatkan ada satu orang korban yang meninggal dunia,” beber Ade.

Dijelaskan Ade, peristiwa itu bermula saat rombongan pelaku bertemu rombongan korban di Jalan Ringroad Selatan, Bantul pada Minggu, 3 April 2022 dinihari. Saat itu rombongan pelaku baru saja dibubarkan polisi karena hendak tawuran dengan kelompok lain berinisial V.

Kelompok korban menyalip kelompok pelaku sambil menggeber-geber sepeda motor dan mengucapkan kalimat provokasi yang bernada menantang. Kedua kelompok tersebut kemudian saling kejar dan salip-menyalip sambil sama-sama mengeluarkan kata ejekan dan makian.

Sesampainya di Jalan Gedongkuning, kelompok korban berhenti di depan sebuah warung untuk memesan makanan. Saat itu, melintas kelompok pelaku berjumlah lima orang dengan mengendarai dua sepeda motor sambil memaki korban.

Kelompok korban berjumlah empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor kemudian mengejar pelaku. Rupanya kelompok pelaku sudah menunggunya sambil membawa senjata yang telah dipersiapkan.

“Saudara MMA yang duduk di tengah sudah menyiapkan alat sarung dan batu menunggu tibanya kelompok korban. Saudara RS yang merupakan eksekutor itu mengayunkan gir berdiameter 21 cm dililitkan dengan sabuk beladiri 224 cm. Tersangka RS ini yang duduk paling belakang di NMax dia turun mengayunkan gir. Motor pertama kelompok korban tidak kena, motor kedua yang duduk di depan tidak kena karena mengelak, akhirnya mengenai korban yang duduk di belakang,” papar Ade.

Korban akhirnya terjatuh berjarak sekitar 140 meter dari lokasi kejadian dengan kondisi tidak sadarkan diri. Korban lalu dibawa petugas dari Direktorat Sabhara Polda DIY yang sedang melaksanakan patroli ke rumah sakit.

“Korban ditolong dan saat itu korban masih bernafas namun tidak sadarkan diri kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hardjolukito. Namun sekitar jam 9.30 WIB korban menghembuskan nafasnya yang terakhir,” terang Ade.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, berupa dua unit sepeda motor pelaku dan sebuah gir yang digunakan untuk melukai korban. Dari hasil pengembangan, polisi juga menemukan senjata tajam lain jenis celurit dan parang, yang juga diamankan.

Pelaku akan dijerat Pasal 353 Ayat (3) KUHP tentang penganiayaan berat berencana, subsider Pasal 351 Ayat (3) tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia atau penganiayaan berat dengan ancaman hukuman maksimalnya 9 tahun penjara. (Brd)

error: